PANYABUNGAN — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memulai program bedah rumah bagi warga berpenghasilan rendah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 505 unit. Bupati Saipullah Nasution menandai dimulainya program tersebut dengan peletakan batu pertama di Desa Darussalam, Kecamatan Panyabungan, pada Selasa (15/4/2025). Program ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan tiga juta rumah yang digagas pemerintah pusat.
505 Unit Rumah Dibedah dalam Tiga Tahap Sepanjang 2026
Bupati Saipullah Nasution menjelaskan, realisasi program BSPS tahun ini terbagi dalam tiga tahap. Pada tahap I sebanyak 185 unit, tahap II sebanyak 153 unit, dan sisanya 167 unit merupakan tambahan.
“Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam pembangunan tiga juta rumah, di mana dua juta di antaranya melalui skema bedah rumah dengan bantuan bahan bangunan, sementara satu juta lainnya dibangun oleh pihak swasta bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.
Target 5.000 Unit Rumah Layak Huni dalam Lima Tahun
Pemerintah daerah Madina sebelumnya mengusulkan sebanyak 5.000 unit rumah untuk direalisasikan secara bertahap selama lima tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dari jumlah tersebut, sebanyak 505 unit telah disetujui untuk tahun ini.
“Alhamdulillah, tahun ini disetujui 505 unit. Tahun depan direncanakan bertambah sekitar 700 unit lagi. Kami berharap target 5.000 unit dapat tercapai secara bertahap,” ujar Saipullah.
Keluarga Penerima Manfaat Diimbau Rawat Hunian Baru
Saipullah mengingatkan para keluarga penerima manfaat (KPM) agar merawat rumah yang telah direhabilitasi. Ia menekankan bahwa program BSPS tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya bantuan ini, masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Kami harap rumah yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat dengan baik,” katanya.