Pencarian

Pemkot Medan Latih 20 Barista Disabilitas dan 40 Perempuan Tangguh, Rico Waas Buka Akses Kerja hingga ke Jepang

Senin, 06 Juli 2026 • 23:23:31 WIB
Pemkot Medan Latih 20 Barista Disabilitas dan 40 Perempuan Tangguh, Rico Waas Buka Akses Kerja hingga ke Jepang
Wali Kota Medan membuka pelatihan barista dan safety riding bagi warga disabilitas dan perempuan tangguh.

MEDAN — Sebanyak 60 warga Kota Medan dari kelompok rentan memulai pelatihan kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, pada Senin (06/07/2026). Dua puluh penyandang disabilitas mengikuti pelatihan khusus barista, sementara 40 perempuan tangguh pencari nafkah di jalanan mendapat materi safety riding.

Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial. “Kami percaya bahwasanya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta. Ada hal yang mungkin menjadi kekurangan secara fisik, tapi mereka diberikan talenta yang lebih,” ujarnya.

Integritas Jadi Syarat Utama agar Pekerja Bertahan

Rico Waas mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini sudah berubah. Perusahaan tidak lagi sekadar mencari tenaga kerja, melainkan spesifikasi pekerja yang adaptif terhadap teknologi digital dan memiliki komunikasi baik. Ia mencontohkan bagaimana humas kini wajib menguasai CapCut dan Canva, sementara barista harus terus memperbarui menu modern.

Namun, di luar keahlian teknis, faktor integritas dinilai paling krusial. “Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Bawa pelatihan hari ini jadi bekal, buat integritas di dalam diri, dan seriuslah dalam bekerja,” kata Rico.

Peluang Kerja ke Jepang: Solusi Atasi Padatnya Lapangan Kerja Lokal

Pemkot Medan tidak hanya membidik pasar kerja dalam kota. Melalui program pembiayaan dari Bank BJB dengan skema mirip KUR, calon pekerja difasilitasi untuk mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Salah satu negara tujuan adalah Jepang, untuk posisi tenaga okupasi atau caregiver.

“Kita perlu bekerja maksimal, tidak hanya di Kota Medan saja yang ruangnya bisa jadi sudah penuh. Wirausaha kita dorong, lapangan kerja di luar juga kita buka,” pungkas Rico Waas.

Sektor UMKM: Peluang Makeup Artist dan Penata Busana

Selain pelatihan kerja formal, Rico Waas juga melihat potensi besar di sektor informal. Ia menceritakan pengalamannya saat acara Apeksi lalu, di mana permintaan jasa makeup artist di Kota Medan sempat habis karena tingginya kebutuhan dari luar kota. Melalui media sosial, promosi bisnis mandiri kini jauh lebih mudah diakses.

Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendorong wirausaha mandiri (UMKM) seperti penata rias dan penata busana sebagai alternatif lapangan kerja di tengah keterbatasan ruang kerja formal.

Bagikan
Sumber: asarpua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks