SUMATERA UTARA — Kylian Mbappe menjadi pahlawan lewat eksekusi penalti pada menit ke-72, setelah wasit meninjau VAR dan menghadiahi tendangan 12 pas akibat pelanggaran keras bek Paraguay, Gustavo Gomez, terhadap Desire Doue. Namun, gol itu tak bisa menutupi fakta bahwa Prancis tampil sangat pincang sepanjang laga.
Prancis Tanpa Tembakan Tepat Sasaran Hingga Menit ke-55
Paraguay datang dengan formasi lima bek dan lini tengah rapat yang sukses membungkam lini serang Prancis. Les Bleus baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama pada menit ke-55, dan hanya dua percobaan mengarah ke gawang sepanjang pertandingan — termasuk penalti kemenangan.
Statistik xG (expected goals) Prancis menjadi yang terendah di turnamen ini, bahkan setelah penalti diperhitungkan. Skuad asuhan Didier Deschamps kesulitan membangun serangan cepat di bawah suhu 38 derajat Celcius di Philadelphia, yang bahkan memaksa kota itu membatalkan sebagian perayaan Hari Kemerdekaan AS.
Mbappe: ‘Kami Tahu Cara Main Kotor’
“Kami sudah tahu akan menghadapi pertandingan seperti ini,” ujar Mbappe usai laga. “Tapi kami tahu cara mengotori tangan kami.”
Pernyataan itu merujuk pada gaya bermain Paraguay yang agresif, penuh provokasi, dan sering melakukan pelanggaran taktis. Gelandang Matias Galarza menjadi aktor utama yang kerap jatuh dengan mudah untuk memecah ritme Prancis. Deschamps, yang lebih tenang, mengatakan pertandingan ini justru baik bagi timnya. “Kami sudah melalui laga-laga mudah sebelumnya. Sekarang saatnya menghadapi yang sulit,” katanya.
Doue Jadi Pembeda dari Bangku Cadangan
Prancis baru bisa bermain hidup setelah Desire Doue masuk pada menit ke-60. Pemain PSG itu menjadi satu-satunya pemain yang mampu menembus pertahanan Paraguay lewat dribel cepat, hingga akhirnya memaksa Gomez menjatuhkannya di kotak penalti.
Ini pertama kalinya di Piala Dunia ini Prancis harus mengandalkan pemain pengganti untuk memenangkan pertandingan. “Kami bisa menang dengan setelan jas atau menang lewat momen-momen individual,” kata Deschamps. “Dan momen itu bisa datang dari siapa pun.”
Maroko Diprediksi Tiru Taktik Paraguay
Kemenangan ini tetap membawa Prancis ke perempat final, namun aura tak terkalahkan mereka mulai luntur. Maroko, yang akan menjadi lawan di Boston pada Kamis (6/7), dikenal sebagai tim yang juga piawai mematikan permainan lawan. Jika Prancis tampil lagi tanpa ritme dan kreativitas seperti saat melawan Paraguay, perjalanan mereka bisa berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Paraguay, melalui segala cara yang mereka miliki, berhasil menelanjangi kelemahan Prancis. Seperti yang dilakukan Cape Verde terhadap Argentina sehari sebelumnya, pendekatan ini justru membuat turnamen semakin menarik. Kini bola ada di tangan Deschamps dan para pemainnya untuk membuktikan bahwa mereka bisa tampil lebih baik saat tekanan datang.