Pencarian

Gubernur Sumut Bobby Nasution Dorong Olahraga Jadi Industri Berkelanjutan, 34 Objek Retribusi Baru Disiapkan

Sabtu, 27 Juni 2026 • 18:34:31 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution Dorong Olahraga Jadi Industri Berkelanjutan, 34 Objek Retribusi Baru Disiapkan
Gubernur Sumut Bobby Nasution dorong olahraga menjadi industri berkelanjutan melalui pengelolaan mandiri.

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution ingin mengubah wajah olahraga di daerahnya. Tidak lagi sekadar mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi sektor yang hidup dari pendapatannya sendiri.

Gagasan ini disampaikan Bobby saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Pergatsi Sumut di Lapangan Gateball Sumut, Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Jumat (26/7/2024) malam.

“Pengembangan olahraga di Sumut ini menuju ke arah industri. Tidak hanya sekadar pembinaan, tapi juga melaksanakan even olahraga. Sehingga olahraga bisa menghidupi dirinya sendiri. Ini juga bagian dari persiapan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Skema BLUD untuk Pengelolaan Mandiri

Kepala Dispora Sumut M. Mahfullah Pratama Daulay menjelaskan, transformasi ini dilakukan melalui penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sumut menjadi salah satu daerah yang sudah menerapkan sistem ini di sektor olahraga.

“Ini arahan Bapak Gubernur Bobby Nasution. Beliau ingin potensi besar yang dimiliki olahraga di Sumatera Utara bisa menghasilkan pendapatan dan kembali dimanfaatkan untuk olahraga itu sendiri,” ungkap Mahfullah.

Melalui skema BLUD, pendapatan dari pemanfaatan fasilitas olahraga tidak perlu menunggu proses APBD. Dana tersebut bisa langsung dipakai untuk kebutuhan pembinaan dan pengembangan.

Dari 5 Menjadi 34 Objek Retribusi

Saat ini, Dispora Sumut mengelola sejumlah venue bertaraf internasional seperti Stadion Utama Sumut, Stadion Madya, Stadion Mini Pancing, kolam renang, hingga gedung serbaguna. Namun, objek retribusi yang dikelola baru lima jenis.

Ke depan, jumlah itu akan bertambah menjadi 34 objek retribusi. Selain stadion dan kolam renang, objek baru mencakup arena boling, fasilitas biliar standar nasional, peralatan olahraga, kendaraan operasional cabang olahraga, hingga berbagai venue lainnya.

“Kajian sudah selesai. Semua fasilitas yang ada akan dimaksimalkan sehingga mampu menghasilkan pendapatan yang nantinya digunakan kembali untuk pengembangan olahraga,” kata Mahfullah.

Target Operasional Mandiri dalam Dua Tahun

Penerapan penuh sistem BLUD direncanakan mulai berjalan pada September 2026, setelah seluruh regulasi pendukung termasuk Peraturan Gubernur tentang tata kelola keuangan selesai diproses.

Mahfullah optimistis dalam beberapa tahun ke depan kebutuhan operasional olahraga di Sumut dapat dibiayai secara mandiri tanpa membebani APBD secara signifikan.

“Target kami dua tahun ke depan kebutuhan olahraga seperti listrik, pemeliharaan venue, sarana dan prasarana dapat ditopang dari hasil pengelolaan industri olahraga,” ujarnya.

Nama Dispora Tetap, Ekosistem yang Berubah

Mahfullah menegaskan tidak ada perubahan nomenklatur Dinas Pemuda dan Olahraga menjadi Dinas Industri Olahraga. Yang berubah adalah pola pengelolaan dan pemanfaatan aset agar lebih produktif.

“Namanya tetap Dispora. Yang kita bangun adalah ekosistem industri olahraga, sehingga olahraga bisa menghasilkan pendapatan dan hasilnya kembali untuk olahraga,” katanya.

Konsep industri olahraga ini juga akan melibatkan penyelenggaraan event, kerja sama dengan organisasi olahraga, pemanfaatan hak komersial pertandingan, hingga pengelolaan pelaku UMKM di kawasan olahraga. Pemprov Sumut berharap fasilitas yang dimiliki tidak hanya menjadi pusat pembinaan atlet, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Bagikan
Sumber: kaldera.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks