MEDAN — Rico Goncalwes Sirait, SH, MH, CPM, CRA, kini resmi bergelar doktor setelah mengikuti wisuda S3 di Gedung Selekta, Jalan Listrik, Medan, Selasa (23/6/2026). Gelar itu diraihnya usai mempertahankan disertasi berjudul "Rekonstruksi Penyelesaian Sengketa Keolahragaan Melalui Lembaga Penyelesaian Sengketa Olahraga Satu Pintu" di hadapan tim penguji yang diketuai Prof. Dr. Agussani, MAP.
Disertasi yang Lahir dari Pengalaman Pribadi
Rico mengaku kegelisahannya atas ketidakpastian hukum bagi atlet berangkat dari pengalamannya sendiri. Ia pernah tersingkirkan dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelum akhirnya meraih medali perak untuk Sumut pada 2012 dan 2016 di cabang angkat berat.
"Saya juga pernah tersingkirkan dari PON, dan tahun berikutnya atau tepatnya pada 2012 dan 2016 saya meraih medali perak untuk Sumut. Saya juga pengurus olahraga sehingga sangat related isi disertasi ini dengan kehidupan sehari-hari saya," ujar Rico yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Kota Medan.
Dua Buku untuk Kepastian Hukum Atlet
Lewat disertasinya, Rico telah menerbitkan dua buku. Pertama, "Penyelesaian Sengketa Olahraga di Indonesia", dan kedua, "Pentingnya Pengadilan Khusus Untuk Penyelesaian Sengketa Olahraga di Indonesia". Kedua buku itu dirancang untuk menjadi rujukan bagi atlet yang kerap menghadapi masalah hukum tanpa kejelasan.
"Tujuan agar atlet kita ke depan memiliki kejelasan hukum, terkhusus para atlet peraih medali bisa mendapatkan perlindungan secara hukum dan juga menerima haknya sebagai warga negara yang baik," kata Rico yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres PB PABERSI Pusat.
Target: Buku Sampai ke Presiden dan Perpustakaan Nasional
Rico berencana mendistribusikan bukunya ke berbagai instansi pemerintah, swasta, dan seluruh universitas di Indonesia. Ia juga menargetkan bisa memberikan buku tersebut langsung kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, serta badan keolahragaan nasional seperti KOI, Kemenpora, KONI, dan BAKI.
"Saya sudah siapkan banyak buku yang bakal dibagikan. Mudah-mudahan dari usaha ini bisa bertemu dengan dua kepala negara presiden dan wapres agar bisa memaparkan apa maksud dari tulisan saya ini untuk kemajuan olahraga dan hukum di Indonesia nantinya," ucapnya.
Perjuangan Angkat Berat ke Pentas Internasional
Di luar urusan akademik, Rico terus mendorong cabang olahraga angkat berat agar bisa berlaga di PON dan pentas internasional. Ia kini dipercaya sebagai pengurus Perkumpulan Angkat Berat oleh KONI Nusa Tenggara Timur (NTT) dan aktif membangkitkan minat generasi muda di provinsi tersebut.
"Saya akan terus berjuang semaksimal mungkin agar cabang olahraga angkat berat bisa berlaga di ajang internasional secara global, walau di beberapa negara sudah ada menggelarnya, namun belum diperlombakan secara internasional seperti olimpiade," tambah Rico yang juga Ketua Umum Persatuan Olahraga Gulat Tangan (POGTI) Sumut.