Pencarian

Guru MTsN 1 Medan Fajar Lailatul Mi’rojiyah Belajar Sistem Pendidikan Vokasi Modern di Tiongkok Selama 14 Hari

Selasa, 02 Juni 2026 • 13:32:44 WIB
Guru MTsN 1 Medan Fajar Lailatul Mi’rojiyah Belajar Sistem Pendidikan Vokasi Modern di Tiongkok Selama 14 Hari
Fajar Lailatul Mi’rojiyah mengikuti pelatihan sistem pendidikan vokasi modern selama 14 hari di Ningbo, Tiongkok.

MEDAN — Perjalanan panjang harus ditempuh Fajar Lailatul Mi’rojiyah, guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan, untuk mengikuti program pelatihan guru di Negeri Tirai Bambu. Ia terbang dari Jakarta menuju Tiongkok dengan total waktu tempuh tujuh jam penerbangan, lalu melanjutkan perjalanan darat sekitar 2,5 jam menuju Ningbo City, tempat pelatihan berlangsung.

Program internasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara RI bekerja sama dengan Ningbo Polytechnic University. Laila, sapaan akrabnya, bersama empat pengajar lainnya dari Indonesia tiba di Ningbo pada malam hari, sehingga tidak bisa mengikuti sesi pembukaan secara utuh.

Pelatihan yang Diikuti: Dari Kebijakan Modern hingga Kunjungan ke Museum Pendidikan

Selama 14 hari, para peserta mendapatkan materi yang beragam. Sesi pembukaan diisi oleh Mr Cao Bo, perwakilan kampus, yang menjelaskan visi pendidikan vokasi di Tiongkok, kerja sama internasional, serta tujuan pelatihan bagi guru-guru dari berbagai negara di Asia.

"Saya mulai memahami bagaimana pendidikan vokasi di Tiongkok yang dikembangkan secara modern, namun tetap berorientasi kebutuhan industri," kata Laila dalam keterangan tertulis Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Senin (1/6).

Materi yang diberikan mencakup pemikiran dan kebijakan pembangunan Tiongkok modern, studi kasus pengembangan pendidikan vokasi di berbagai negara, hingga kunjungan ke Museum Pendidikan Tiongkok. Para peserta juga mempelajari materi penilaian mutu dan pengembangan perguruan tinggi vokasi.

Kunjungan ke Zhejiang Financial College: Belajar Operasional Pendidikan Berbasis Industri

Salah satu kegiatan lapangan yang paling berkesan adalah kunjungan ke Zhejiang Financial College. Di sana, Laila dan peserta lain mempelajari operasional pendidikan berbasis kelompok dan industri. Sebelum kunjungan, rombongan sempat melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Huangzhou.

"Dari kegiatan ini, para peserta diajarkan memahami pendidikan masa depan yang memerlukan komunikasi global, kolaborasi internasional, serta adaptasi budaya," ujar Laila.

Transformasi Infrastruktur Pendidikan Tiongkok Jadi Inspirasi

Laila mengaku termotivasi setelah mengikuti pelatihan ini. Ia melihat langsung transformasi masif infrastruktur dan pendidikan di Tiongkok yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga unggul secara kualitas.

"Sebagai guru madrasah, saya termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa, teknologi, dan kerja sama internasional dalam pembelajaran," tuturnya.

Program ini menjadi pengalaman berharga bagi Laila dan para guru dari berbagai negara di Asia. Mereka memperoleh gambaran sistem pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan keterampilan abad ke-21, yang membuka wawasan akan pentingnya kolaborasi internasional di dunia pendidikan.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks