Pencarian

Bupati Madina Saipullah Nasution Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Jadikan Pancasila Falsafah Hidup

Senin, 01 Juni 2026 • 20:57:01 WIB
Bupati Madina Saipullah Nasution Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Jadikan Pancasila Falsafah Hidup
Bupati Saipullah Nasution memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Panyabungan.

PANYABUNGAN — Ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar memadati pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, Desa Parbangunan, sejak pagi. Mereka mengikuti upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Pancasila sebagai Bintang Penuntun di Tengah Fragmentasi Global

Dalam sambutannya, Bupati Saipullah menekankan bahwa tema tahun ini bukan sekadar seremonial. “Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan,” ujarnya.

Saipullah merujuk pada peran Indonesia di panggung global sebagai bukti konkret. Kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, keterlibatan aktif dalam mediasi konflik regional, serta sikap konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa terjajah disebut sebagai cerminan nilai-nilai Pancasila.

Kompas Moral di Era Disrupsi Digital

Bupati Madina menyoroti ancaman lain yang tak kalah serius: kemajuan teknologi tanpa pegangan moral. Menurutnya, generasi muda paling rentan tersesat jika Pancasila tidak dijadikan falsafah hidup. “Kemajuan teknologi tanpa kompas moral bisa menyesatkan masyarakat, termasuk generasi muda,” kata Saipullah.

Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menginternalisasi Pancasila sebagai panduan berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafal.

Pijakan Kebijakan Publik yang Berkeadilan

Di level pemerintahan, Bupati Saipullah menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan setiap kebijakan publik. Prinsip keadilan sosial, menurutnya, harus terasa hingga ke kelompok masyarakat paling kecil. “Memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak kelompok terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tambahnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Madina berkomitmen menjalankan program-program yang berpihak pada warga, terutama di daerah terpencil dan komunitas rentan.

Komitmen Kebangsaan dari Pelataran Masjid

Menutup amanatnya, Saipullah mengajak seluruh peserta upacara meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Ia meminta agar Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa ini menjunjung tinggi nilai religiusitas, moralitas, dan semangat persatuan. Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. (Indra)

Bagikan
Sumber: harianstar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks