Pencarian

Maarten Paes Bungkam Kritik Usai Jadi Pahlawan Ajax di Adu Penalti Lawan FC Utrecht

Senin, 25 Mei 2026 • 04:50:01 WIB
Maarten Paes Bungkam Kritik Usai Jadi Pahlawan Ajax di Adu Penalti Lawan FC Utrecht
Maarten Paes sukses menepis dua penalti dalam kemenangan Ajax atas FC Utrecht.

SUMATERA UTARA — Performa apik Maarten Paes di bawah mistar gawang Ajax akhirnya membungkam kritik yang kerap dialamatkan padanya musim ini. Dalam laga kontra FC Utrecht, kiper berusia 28 tahun itu sukses menepis tendangan penalti Sebastien Haller dan Souffian El Karouani, mengantarkan timnya meraih kemenangan di babak adu penalti.

Dua Penalti Diselamatkan, Pelatih Terkejut

Pelatih Ajax, Oscar Garcia, mengaku tak menyangka kipernya memiliki kemampuan luar biasa dalam mengantisipasi tendangan penalti. “Saya tidak tahu dia adalah penendang penalti yang handal, tapi sekarang saya tahu,” ujar Garcia kepada De Telegraaf.

Paes sendiri mengaku harus berpikir keras saat menghadapi Haller, penyerang tajam asal Pantai Gading. “Kamu bisa melihat kembali lima puluh tendangan penalti yang dia cetak, karena dia hampir selalu mencetaknya. Jadi, aku harus memikirkan sesuatu,” jelasnya. Dengan gerakan tipuan, Paes berhasil mengecoh Haller dan menggagalkan usahanya.

Tenang di Tengah Sorotan Kritik

Paes tak menampik bahwa kritik tajam yang diterimanya musim ini cukup berat. Namun, ia memilih untuk tetap fokus dan tidak terpancing. “Kritik itu tidak selalu mudah. Tapi saya berusaha tetap tenang,” katanya.

Kiper yang direkrut Ajax sebagai cadangan pada awal tahun ini harus segera mengambil alih posisi utama setelah Vitezslav Jaros mengalami cedera. “Saya harus mengambil tanggung jawab. Jika Anda melihat pertandingan-pertandingan terakhir saya, Anda pasti melihat kemajuan di semua aspek,” tegas pemain Timnas Indonesia tersebut.

Statistik Clean Sheet dan Target Musim Depan

Paes mencatatkan pencapaian solid dengan tujuh clean sheet dari 13 pertandingan. Ia mengakui masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam penguasaan bola. “Ada hal-hal baik dan area yang perlu diperbaiki, tapi itu selalu ada. Dalam hal menguasai bola, tentu masih bisa lebih baik,” ujarnya.

Kepuasan terbesar Paes adalah mampu membungkam kritik dan membuktikan kualitasnya di laga krusial. Ia menegaskan tidak memiliki penyesalan atas kepindahannya ke Ajax. “Saya merasa sangat betah di Amsterdam,” kata Paes.

Menatap musim depan, ia berharap bisa menjalani persiapan penuh. “Kita lihat saja nanti. Saya akan memberikan kontribusi sebanyak mungkin, baik di dalam maupun di luar lapangan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: goal.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks