KUALANAMU — Pemadaman listrik yang melanda hampir seluruh Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB tidak berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. Manajemen bandara memastikan operasional tetap aman dan lancar.
Plt. Director of Operation & Services, Dedy Sri Cahyono, melalui Manager of Corporate Affairs, Mohamad Hikmat Hidayat, menyatakan bahwa pasokan listrik dari PLN ke bandara memang sempat terhenti sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, pasokan tersebut telah kembali normal pada pukul 00.43 WIB, Sabtu (23/5/2026).
Genset Cadangan Aktif dalam 10 Detik
Bandara Kualanamu memiliki dua sumber pasokan listrik utama dari PLN. Ketika kedua sumber tersebut terputus secara bersamaan, sistem secara otomatis beralih ke genset cadangan.
"Waktu transisi reaktivasi maksimal hanya 10 detik," jelas Hikmat dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas dan layanan operasi bandara berfungsi normal dan aman selama pemadaman berlangsung.
"Tidak terjadi kendala operasional maupun teknis akibat pemadaman listrik yang terjadi pada Jumat 22 Mei 2026," pungkasnya.
Gangguan Transmisi dari Jambi akibat Cuaca Buruk
Pemadaman listrik yang meluas ini dipicu oleh gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Manajer PLN UID Sumut, Darma Saputra, menyebut cuaca buruk sebagai penyebab gangguan tersebut.
"Saat ini, tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus mempercepat pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal," kata Darma melalui keterangan resmi yang dilansir media.
Pemantauan Pemulihan Listrik via Aplikasi
PLN mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi pemulihan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya. Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan listrik di sejumlah wilayah Sumatera Utara masih terus berlangsung secara bertahap.