MEDAN — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut resmi menjalin sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Audiensi yang digelar di Medan itu dipimpin langsung oleh Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, beserta jajaran direksi dan manajemen perusahaan.
Mengapa Pertamina Butuh Kerja Sama dengan Kejaksaan?
Kerja sama ini bukan sekadar seremonial. Pertamina menyadari bahwa kepatuhan terhadap regulasi dan penguatan aspek hukum menjadi fondasi utama agar distribusi energi—mulai dari BBM hingga LPG—bisa berjalan tanpa hambatan. Di Sumatera Utara, volume penyaluran energi tergolong tinggi, sehingga risiko pelanggaran atau penyimpangan di lapangan harus ditekan.
“Koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara adalah bagian dari upaya kami memperkuat tata kelola dan menciptakan ekosistem operasional yang aman serta berkelanjutan,” ujar Muhammad Hariyansyah, Vice President Infrastructure Management & Project Pertamina Patra Niaga, dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Apa yang Dibahas dalam Pertemuan?
Pertemuan tersebut membahas sejumlah poin krusial. Mulai dari penguatan kepatuhan terhadap regulasi di sektor hilir migas, hingga strategi menjaga kelancaran distribusi energi ke masyarakat. Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menekan potensi penyimpangan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menambahkan bahwa dukungan dari para pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan energi. “Sinergi lintas sektor memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran penyaluran energi. Kami berkomitmen terus memperkuat kolaborasi ini,” katanya.
Respons Kejati Sumut: Apresiasi untuk Langkah Preventif
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin, menyambut baik langkah Pertamina. Ia menilai inisiatif ini sebagai bentuk kesadaran korporasi untuk menjalankan bisnis yang transparan dan akuntabel. “Kami menyambut baik sinergi ini. Kolaborasi antar lembaga menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan tata kelola dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Muhibuddin, dengan komunikasi yang baik, pelayanan dan distribusi energi kepada masyarakat bisa berjalan optimal. Ia berharap kerja sama ini bisa menjadi model bagi perusahaan lain di Sumatera Utara.
Dampak bagi Masyarakat Sumut
Bagi warga Sumatera Utara, sinergi ini berdampak langsung pada ketersediaan BBM dan LPG. Dengan pengawasan hukum yang lebih ketat, praktik penimbunan atau penyimpangan distribusi diharapkan bisa diminimalkan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan bahwa operasional perusahaan akan terus dijalankan secara akuntabel dan transparan demi menjaga pasokan energi tetap aman dan lancar.