MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang pada momen libur panjang Kenaikan Yesus Kristus. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menyebut okupansi mencapai 127 persen dari kapasitas normal.
“Harga tiket KA Siantar Ekspres yang cukup terjangkau membuat banyak masyarakat menggunakannya sebagai sarana mobilisasi antardaerah di Sumatera Utara,” kata Anwar, Sabtu (16/5/2026).
Arus Balik Mulai Terjadi Akhir Pekan
Pola pergerakan penumpang berubah signifikan selama libur panjang. Pada Rabu hingga Jumat (13-15 Mei), jumlah penumpang yang turun di Stasiun Siantar lebih banyak ketimbang yang berangkat. Ini menunjukkan tingginya arus masyarakat menuju Kota Pematang Siantar untuk berlibur atau pulang kampung.
Memasuki Sabtu dan Minggu (16-17 Mei), situasi berbalik. KAI memprediksi jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Siantar akan lebih dominan, menandai dimulainya arus balik ke Medan dan sekitarnya.
Empat Perjalanan Hari Ini Padat, Tiket Masih Tersedia
Kepadatan masih terlihat pada keberangkatan hari ini. Empat perjalanan KA Siantar Ekspres dari Stasiun Medan dan Stasiun Siantar terjual sebanyak 1.451 tiket, atau 14 persen lebih tinggi dari kapasitas reguler 1.272 kursi.
Anwar menambahkan, jumlah itu diperkirakan masih bertambah karena tiket untuk keberangkatan pukul 20.30 WIB dari Stasiun Medan masih cukup tersedia. “Jumlah tiket yang terjual pada hari ini masih akan terus bertambah,” ujarnya.
Stasiun Siantar Layani 4.508 Pelanggan dalam Empat Hari
Selama periode 13-16 Mei, Stasiun Siantar sebagai titik keberangkatan dan tujuan utama melayani total 4.508 pelanggan. Rinciannya, 2.307 penumpang turun dan 2.201 penumpang berangkat.
Dengan tarif Rp22.000 per tiket dan waktu tempuh kurang dari tiga jam, KA Siantar Ekspres menjadi pilihan transportasi efisien untuk rute Medan–Pematang Siantar. KAI berkomitmen menjaga kualitas layanan demi mendukung mobilitas masyarakat yang aman dan berkelanjutan.