Pencarian

Sekretaris Umum MUI Sumut Soroti Bahaya Ghibah dan Hoaks di Medsos, Serukan Etika Digital ke Umat

Kamis, 14 Mei 2026 • 13:54:01 WIB
Sekretaris Umum MUI Sumut Soroti Bahaya Ghibah dan Hoaks di Medsos, Serukan Etika Digital ke Umat
Sekretaris Umum MUI Sumut mengingatkan bahaya ghibah dan hoaks di media sosial dalam dialog strategis komunikasi keumatan.

MEDAN — Era digital yang tak terhindarkan justru membawa tantangan baru bagi umat Islam di Sumatera Utara: bagaimana tetap bermedia sosial tanpa melanggar ajaran agama. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Dialog Strategis Komunikasi Keumatan di Era Digital yang digelar di Nivia Hotel, Medan.

Kegiatan bertema "Meningkatkan Kesadaran Digital: Bijak Bermedia Sosial dalam Era Informasi" itu dihadiri oleh tokoh agama, akademisi, pegiat media, dan unsur organisasi keislaman. Prof. Ardiansyah membuka forum tersebut dengan menekankan bahwa media digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari umat, termasuk dalam proses pembelajaran dan dakwah.

Fatwa MUI Jadi Panduan Bermedsos

"Era digital tidak bisa dihindari. Media sosial dan teknologi informasi sudah menjadi bagian dari kehidupan umat, termasuk dalam proses pembelajaran, dakwah, dan komunikasi sehari-hari," ujar Prof. Ardiansyah dalam sambutannya.

Ia memaparkan panduan bermuamalah di media sosial berdasarkan fatwa MUI tentang etika penggunaan media digital. Menurutnya, umat Islam wajib menghindari perilaku yang dilarang agama, seperti ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), penyebaran hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat.

Teknologi Jangan Jadi Alat Perusak Moral

"Jangan sampai media digital digunakan untuk merusak ibadah, merusak ukhuwah, dan merusak moralitas masyarakat. Teknologi harus menjadi sarana memperkuat dakwah dan kemaslahatan umat," tegas Sekretaris Umum MUI Sumut itu.

Ia menilai dialog strategis ini penting untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat peran tokoh agama. Kehadiran mereka di ruang digital dinilai krusial untuk memberikan edukasi, menebarkan nilai-nilai moderasi, dan menghadirkan narasi keagamaan yang menyejukkan di tengah derasnya arus informasi.

Peran Tokoh Agama di Ruang Digital

Prof. Ardiansyah menekankan bahwa umat Islam merupakan bagian besar dari pengguna media sosial dan teknologi digital. Proses pembelajaran keagamaan maupun pendidikan umum kini berlangsung melalui kombinasi metode daring dan tatap muka. Hal ini, menurutnya, menuntut pendampingan dari para ulama dan cendekiawan muslim agar penggunaan teknologi tetap berada dalam koridor etika.

Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sekaligus memperkuat fungsi dakwah dan komunikasi keumatan di era digital yang terus berkembang.

Bagikan
Sumber: wartaindonesia.org

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks