Perayaan Waisak 2570 BE di Medan menjadi panggung bagi Wali Kota Rico Waas untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah kota dalam membangun kehidupan yang inklusif dan harmonis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan, seraya mengingatkan bahwa konflik dan perpecahan masih menjadi ancaman nyata.
MEDAN — Wali Kota Medan Rico Waas secara resmi membuka Perayaan Waisak 2570 BE yang digelar Yayasan Vihara Maitreya Medan di Tiara Convention Center, Minggu (10/5). Mengusung tema "Harmony and Co-existence", perayaan tahun ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu Internasional dan ulang tahun ke-22 penyelenggara kegiatan.
Di hadapan ribuan umat Buddha yang hadir, Rico Waas menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. “Kita hidup berbeda-beda, berbeda agama, suku, warna kulit, dan keturunan. Tapi kami berharap di Kota Medan ini kita bisa terus hidup berdampingan, saling menyayangi, dan saling membantu,” ujarnya.
Persoalan Sosial yang Mengancam Kerukunan
Di tengah pesan damai itu, Rico Waas juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di masyarakat. Menurutnya, rasa iri, perpecahan, hingga konflik kerap muncul dan merusak harmoni yang sudah terbangun. “Kadang kita melihat ada yang saling ribut, saling caci, bahkan sampai terjadi perang di dunia ini. Karena itu, Waisak harus menjadi momentum untuk menghadirkan kedamaian dalam diri dan kehidupan kita,” katanya.
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa toleransi bukan sekadar seremoni, melainkan praktik sehari-hari yang harus dijaga. Pemko Medan, kata Rico, hadir sebagai bagian dari masyarakat dan siap berjalan bersama seluruh umat untuk menciptakan kota yang nyaman bagi semua kalangan. “Kami adalah saudara bagi seluruh masyarakat Kota Medan. Kesulitan masyarakat juga menjadi kesulitan kami,” ucapnya.
Apresiasi untuk Konsistensi 22 Tahun Perayaan
Dalam kesempatan yang sama, Rico Waas mengapresiasi konsistensi Yayasan Vihara Maitreya Medan yang selama lebih dari dua dekade terus menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial secara rutin. Menurutnya, menjaga kegiatan tetap berjalan selama 22 tahun bukan perkara mudah. Ia menyebut hal itu membutuhkan komitmen, keteguhan, dan semangat kebersamaan yang kuat. “Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terus membawa semangat kebaikan dan kebajikan untuk masyarakat,” ujarnya.
Hadir Bersama Tokoh Lintas Agama dan Negara
Perayaan tersebut turut dihadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Venerable Man Sheng, Venerable Hui Xian (Huei Hsuen) dari Amerika Serikat, Venerable Xin Shou dari Taiwan, serta Venerable Cueh Lien. Dari unsur pemerintah, hadir Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut Sukasdi, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan Ismiralda Wiriya Alrahman. Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Rico Waas berharap nilai-nilai kedamaian dan toleransi yang disuarakan dalam perayaan Waisak kali ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Medan. “Kehidupan akan terasa lebih damai apabila masyarakat mampu hidup dengan semangat tolong-menolong dan saling menghargai,” pungkasnya.