Rupiah kembali terperosok ke level terlemah dalam pekan terakhir. Di posisi Rp17.395 per dolar AS, warga yang hendak bertransaksi valas di bank nasional perlu mencermati kurs jual dan beli terbaru agar tidak rugi.
Rp17.395 per dolar AS, warga yang hendak bertransaksi valas di bank nasional perlu mencermati kurs jual dan beli terbaru agar tidak rugi. ISI:JAKARTA — Pelemahan rupiah terus berlanjut. Nilai tukar kini berada di Rp17.395 per dolar AS, menjadikannya salah satu titik terendah dalam beberapa pekan terakhir.
Dampaknya langsung terasa di kurs yang dipatok bank-bank besar. BCA, BRI, Mandiri, dan BNI kompak menaikkan harga jual dolar. Masyarakat yang hendak bepergian ke luar negeri, bertransaksi impor, atau menyimpan valas wajib menyimak selisih harga antarbank.
Kurs Dolar di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini
Per pagi ini, BCA mematok kurs jual dolar AS di kisaran Rp17.500-an per dolar. Kurs beli berada sedikit lebih rendah. BRI menawarkan harga jual sekitar Rp17.550, sementara Mandiri dan BNI berada di kisaran serupa dengan selisih tipis antarbank.
Untuk nasabah yang ingin menukar dolar, kurs beli biasanya lebih rendah 100 hingga 200 poin dari kurs jual. Selisih ini merupakan margin keuntungan bank yang wajar dalam transaksi valuta asing.
Apa yang Membebani Rupiah?
Tekanan utama datang dari menguatnya indeks dolar AS di pasar global. Sentimen pasar yang masih wait and see terhadap kebijakan suku bunga The Fed membuat investor beralih ke aset berbasis dolar. Imbasnya, mata uang negara berkembang seperti rupiah tertekan.
Di sisi domestik, pelaku pasar mencermati data ekonomi nasional dan kebijakan Bank Indonesia. Intervensi BI di pasar valas dinilai masih berlangsung untuk meredam volatilitas yang terlalu tajam.
Tips Transaksi Valas di Tengah Pelemahan Rupiah
Bandingkan kurs antar bank sebelum bertransaksi. Aplikasi mobile banking dari masing-masing bank sudah menampilkan kurs secara real-time, sehingga nasabah bisa memantau pergerakan harga tanpa harus datang ke kantor cabang.
Pelemahan ini juga menjadi pengingat bagi pelaku UMKM yang bergantung pada bahan baku impor. Tunda pembelian atau cari alternatif pemasok lokal sementara waktu hingga nilai tukar kembali stabil.