MEDAN — Sebanyak 234 calon haji asal Sumatera Utara yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Medan menjadi gelombang terakhir yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. PPIH meminta mereka memprioritaskan istirahat selama penerbangan, bukan mengobrol, agar kondisi fisik tetap prima saat menjalani rangkaian ibadah.
"Kurangi ngerumpi di pesawat, tapi lebih banyak istirahat," ucap Ketua PPIH Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus saat menyambut jamaah di Asrama Haji Medan, Ahad.
Miqat di Udara, Langsung Tawaf Setelah Mendarat
Zulkifli menjelaskan, jamaah kloter 17 ini merupakan bagian dari gelombang kedua. Mereka sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi dan akan mengambil miqat (berniat ihram) di dalam pesawat.
Berbeda dengan kloter gelombang pertama, jamaah gelombang kedua akan langsung menuju Masjidil Haram untuk melakukan tawaf umrah wajib setelah mendarat di Jeddah. "Otomatis jamaah calon haji gelombang kedua ini lebih banyak menguras tenaga ketika tiba," jelas Zulkifli.
Jadwal Penerbangan dan Asal Daerah Jamaah
Pesawat Garuda yang membawa Kloter 17 dijadwalkan bertolak dari Bandara Kualanamu pada Senin (11/5) pukul 05.00 WIB dan tiba di Jeddah pada hari yang sama pukul 05.00 WAS (Waktu Arab Saudi).
Ratusan jamaah tersebut berasal dari delapan kabupaten/kota di Sumut, dengan mayoritas dari Kota Medan sebanyak 202 orang. Sisanya berasal dari Deli Serdang (13), Serdang Bedagai (5), Padangsidempuan (2), Tapanuli Tengah (2), Labuhanbatu (2), Labuhanbatu Utara (1), Labuhanbatu Selatan (1), dan enam petugas kloter.
Mantan Wartawan Antara Akhirnya Berangkat Haji
Salah satu jamaah, Munawar Mandailing, mengaku akan mematuhi imbauan untuk banyak beristirahat. "Saya akan gunakan waktu untuk istirahat selama di dalam pesawat demi menjaga kebugaran fisik saat melakukan umrah wajib di Masjidil Haram Makkah," ucap Munawar.
Pria yang merupakan mantan pewarta LKBN ANTARA Biro Sumatera Utara ini mengaku telah lama menanti momen berhaji. Ia bersama istrinya, Novia Chairuman, mulai menabung untuk mendapatkan nomor porsi haji pada 2013. "Alhamdulillah, doa saya bersama istri terkabul," kata Munawar.