MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution resmi mengukuhkan Jimmi Ardianto untuk memimpin Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 1 Medan. Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan.
Dalam arahannya, Bobby menekankan bahwa keberadaan kantor perwakilan LPS di Medan harus memberikan rasa aman bagi nasabah perbankan. Ia menilai LPS memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui fungsi penjaminan simpanan masyarakat.
“Tugas LPS bukan hanya soal teknis penjaminan saat ada bank yang tidak sanggup lagi, tapi bagaimana memperkenalkan diri melalui program-program yang edukatif. Masyarakat harus tahu bahwa uang mereka aman karena ada LPS yang menjamin,” ujar Bobby Nasution.
Sinergi LPS dengan 33 Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara
Bobby menegaskan stabilitas keuangan di Sumatera Utara tidak bisa dikelola secara parsial. Ia meminta LPS aktif berkolaborasi dengan 33 pemerintah kabupaten/kota, termasuk Mandailing Natal, untuk menyosialisasikan keamanan menabung di bank dengan pendekatan kearifan lokal.
Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution yang hadir dalam acara tersebut menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi keuangan di daerah. Kehadiran LPS di Medan diharapkan mempermudah koordinasi penanganan isu perbankan di tingkat lokal.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengibaratkan kepercayaan masyarakat sebagai jantung dalam industri keuangan. Tanpa kepercayaan, likuiditas yang berperan sebagai darah tidak akan bisa mengalir secara optimal ke sektor produktif.
Data Penjaminan: 99,9 Persen Rekening di Sumut Terlindungi
Berdasarkan data LPS, cakupan perlindungan simpanan di Sumatera Utara saat ini sangat masif. Tercatat sebanyak 28,78 juta rekening atau sekitar 99,9 persen dari total rekening perbankan di Sumut telah masuk dalam program penjaminan LPS.
Secara nasional, LPS telah melindungi 677 juta rekening perbankan. Farid Azhar menjelaskan bahwa kehadiran kantor perwakilan di Medan bertujuan untuk memperpendek jarak layanan dan mempercepat respon terhadap dinamika perbankan di wilayah Sumatera.
“LPS hadir lebih dekat dan aktif membangun kepercayaan masyarakat. Secara nasional, 99,9% rekening perbankan atau sekitar 677 juta rekening telah terlindungi oleh LPS. Di Sumut sendiri, cakupannya juga mencapai 99,9% dari total 28,78 juta rekening,” papar Farid.
Kontribusi Ekonomi Sumatera Utara Tertinggi di Pulau Sumatera
Peran strategis Sumatera Utara dalam ekonomi nasional menjadi alasan kuat penguatan kantor perwakilan LPS di Medan. Pada tahun 2025, kontribusi ekonomi Sumut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 5,19 persen, angka tertinggi di seluruh Pulau Sumatera.
Sektor perbankan di wilayah ini juga menunjukkan angka yang signifikan. Hingga Februari 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sumatera Utara tercatat menyentuh angka Rp340,68 triliun.
Kepada Jimmi Ardianto yang baru dilantik, Farid berpesan agar segera menjalin sinergi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah daerah. Edukasi mengenai syarat-syarat penjaminan simpanan menjadi prioritas utama di tengah pesatnya perkembangan layanan perbankan digital saat ini.