PADANG LAWAS — Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap menghadiri langsung acara penamatan santri Pondok Pesantren Al-Mukhlishin yang digelar di lingkungan ponpes setempat. Dalam sambutannya, Ali menegaskan bahwa santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
"Santri adalah agen perubahan zaman. Ilmu yang didapat di pesantren harus diamalkan untuk membangun daerah dan bangsa," ujar Bupati Palas dalam kesempatan tersebut, dikutip dari rilis yang diterima media.
Ali Sutan Harahap juga mengingatkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, santri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal.
"Jangan sampai santri justru tergerus oleh pengaruh negatif. Justru santri harus menjadi benteng moral dan teladan di lingkungan masing-masing," tambahnya.
Pondok Pesantren Al-Mukhlishin dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Padang Lawas yang konsisten mencetak lulusan berakhlak mulia. Acara penamatan santri kali ini dihadiri oleh para pengurus yayasan, tenaga pendidik, serta wali santri.
Dalam sambutannya, pimpinan ponpes juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan pendidikan pesantren di wilayah tersebut.
Kehadiran Bupati Palas dalam acara penamatan santri ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan Islam. Pemkab Padang Lawas berharap para santri yang telah menamatkan pendidikan dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, baik di sektor keagamaan, sosial, maupun ekonomi.