Pencarian

Wali Kota Medan Perketat Tracing TB dengan Jemput Bola ke 661 Titik, Target Tekan Angka Penularan

Selasa, 21 Juli 2026 • 22:30:31 WIB
Wali Kota Medan Perketat Tracing TB dengan Jemput Bola ke 661 Titik, Target Tekan Angka Penularan
Petugas kesehatan melakukan tracing Tuberkulosis (TB) secara jemput bola ke permukiman warga di salah satu dari 661 titik pelacakan di Kota Medan.

MEDAN — Pemkot Medan mengubah strategi penanganan Tuberkulosis (TB) dari pasif menjadi aktif dengan menerapkan sistem tracing jemput bola langsung ke permukiman warga. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penularan di 661 titik pelacakan yang tersebar di seluruh kota. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa petugas tidak bisa lagi hanya menunggu pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit.

Mengapa Pemkot Medan Ubah Strategi Penanganan TB?

Rico Waas menyebut pendekatan lama yang bersifat reaktif terbukti tidak efektif menekan angka kasus. Penularan TB justru banyak terjadi di lingkungan kontak erat pasien yang tidak terdeteksi.

“Artinya kita harus jemput bola. Selain tindakan medis, pemahaman masyarakat tentang bahaya TB juga harus ditingkatkan secara menyeluruh agar warga tidak ragu melaporkan potensi kasus di lingkungan masing-masing,” kata Rico Waas di sela peninjauan layanan TB di RS Adam Malik, Selasa (21/7/2026).

661 Titik Pelacakan dan Dukungan Pusat

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus yang turut meninjau lokasi menyebutkan bahwa pemerintah pusat akan memperkuat tracing di Medan. Sebanyak 661 titik pelacakan akan menjadi prioritas untuk menjaring kontak erat penderita TB.

“Salah satu upaya yang kita lakukan dengan memperkuat tracing, khusus terhadap masyarakat yang kontak erat dengan penderita,” ujar dr. Benjamin.

Kunjungan Wamenkes dan Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Akhmad Wiyagus ke Medan merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto. Program prioritas nasional penekanan kasus TB dinilai krusial untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Renovasi RSUD Dr. Pirngadi Jadi Bagian Penguatan Faskes

Selain tracing, pemerintah secara bertahap akan membangun dan merenovasi rumah sakit di seluruh Indonesia. Salah satu yang masuk daftar adalah RSUD Dr. Pirngadi Medan. Langkah ini untuk memastikan fasilitas kesehatan mampu menampung dan menangani pasien TB secara optimal.

“Pemerintah sangat peduli pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Sumber daya alam yang melimpah harus diimbangi dengan SDM yang sehat dan bergizi baik,” jelas dr. Benjamin.

Apa Peran Warga dalam Strategi Baru Ini?

Rico Waas menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan. Partisipasi warga untuk melaporkan gejala atau kontak dengan penderita menjadi kunci. Pemkot akan menggencarkan sosialisasi di tingkat kelurahan dan RT/RW agar warga tidak takut atau malu melapor.

Turut mendampingi Wali Kota dalam peninjauan tersebut, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap serta Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.

Bagikan
Sumber: harianstar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks