SUMATERA UTARA — Persija Jakarta menghajar Arema FC 5-1 dalam laga lanjutan kompetisi di Stadion Patriot Candra Bhaga, Bekasi, Rabu (21/10) malam. Victor Dethan menyumbang satu gol sekaligus menyebut kekompakan tim dan kedisiplinan menjalankan instruksi pelatih sebagai fondasi kemenangan besar Macan Kemayoran.
Pesta lima gol Persija dibuka Alexander Jeremejeff lewat brace pada menit ke-10 dan ke-45. Keunggulan dua gol bertahan sampai turun minum sebelum Stjepan Loncar memperlebar jarak pada menit ke-76.
Gol Dethan di Menit 80 Lengkapi Dominasi Macan Kemayoran
Empat menit setelah gol Loncar, Victor Dethan mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-80. Gol pemain berusia 22 tahun itu menjadi bukti kontribusi nyata di laga yang berjalan sesuai rencana Persija.
Ivan Mamut menutup pesta gol tuan rumah pada menit 90+2. Arema FC hanya mampu membalas sekali melalui Gabriel Silva Costa pada menit ke-88, terlalu kecil untuk mengubah arah pertandingan.
Kekompakan dan Disiplin Instruksi Pelatih Jadi Fondasi
Bagi Dethan, skor 5-1 bukan semata soal kualitas individu. Kekompakan antarpemain dan kemampuan mengikuti arahan pelatih dinilainya sebagai faktor utama di balik performa efektif Persija sepanjang pertandingan.
"Menurut saya, faktor keberhasilan itu adalah kekompakan tim dan kemampuan kami mengikuti instruksi pelatih dengan baik," ucap Dethan.
Ia menjelaskan, keberhasilan mencetak gol berawal dari penerapan materi latihan ke dalam situasi pertandingan. Kebahagiaan pribadi, kata dia, tetap kalah penting dibanding hasil kolektif tim.
"Apa yang sudah kami latih di training ground, kami terapkan di pertandingan sesuai instruksi pelatih. Puji Tuhan, kami bisa menang. Saya bisa mencetak gol dan yang lebih penting lagi, tim bisa meraih kemenangan," ujar Dethan.
Dampak Tiga Poin dan Ujian Berikutnya
Kemenangan ini memberi Persija tiga poin penuh di kandang sendiri. Catatan lima gol dalam satu laga menunjukkan lini serang Macan Kemayoran menemukan bentuk permainan yang diinginkan pelatih.
Bagi Dethan, gol ke gawang Arema menambah nilai tawar di lini depan. Konsistensi penerapan materi latihan akan menjadi kunci jika Persija ingin mempertahankan performa serupa di laga-laga berikutnya.