SUMATERA UTARA — Honda NS125GU hadir sebagai skutik boxy 125 cc yang mengutamakan ruang penyimpanan dan dek rata, bukan gaya sporty. Dipasarkan di China mulai 8.280 yuan (sekitar Rp 22,2 juta) hingga 9.580 yuan (sekitar Rp 25,7 juta), motor ini menyasar pengguna yang butuh mobilitas harian praktis. Namun ada satu catatan penting: motor ini belum dijual resmi di Indonesia.
Honda NS125GU resmi meluncur di China dengan pendekatan desain yang jarang ditemui di lini skutik Honda global. Alih-alih mengikuti gaya sporty yang mendominasi pasar, motor ini memilih bodi kotak dan bongsor demi kepraktisan. Data spesifikasi di bawah dihimpun dari situs Greatbiker dan materi peluncuran resmi Honda China, bukan dari pengujian jalan langsung.
Desain Boxy yang Mengingatkan Skutik Era 2000-an
Kalau dilihat sekilas, NS125GU mengingatkan pada skutik Kymco awal 2000-an. Bodi belakangnya dibuat lebih panjang, dek rata, dan jok lebar untuk dua orang. Pendekatan ini jelas bukan soal estetika semata, melainkan memberi ruang lebih untuk memasang boks bagasi atau membawa barang bawaan harian.
Honda tetap menyelipkan teknologi modern di tengah desain klasik. Ada lampu LED, panel instrumen digital, dan pilihan pengereman ABS di varian tertinggi. Empat lampu depan jadi ciri khas: dua proyektor LED sebagai lampu utama, dua lampu tambahan di bawahnya.
Mesin 124 cc: Tenaga 9,5 PS, Kecepatan Maksimal 90 km/jam
Dapur pacu NS125GU mengandalkan mesin satu silinder empat langkah berpendingin udara berkapasitas 124 cc. Tenaga maksimumnya 7 kW atau sekitar 9,5 PS pada 7.750 rpm, dengan torsi puncak 10 Nm pada 5.750 rpm. Penyaluran tenaga lewat transmisi CVT.
Kecepatan maksimal diklaim sekitar 90 km/jam. Angka ini tergolong cukup untuk pemakaian dalam kota, tapi jelas bukan motor untuk perjalanan luar kota jarak jauh. Bobot 109 kg membuat motor tetap mudah dikendalikan meski bodinya terlihat besar.
Konsumsi BBM 50 km/Liter: Klaim Pabrikan yang Perlu Diuji
Honda mengklaim konsumsi BBM NS125GU mencapai sekitar 50 km/liter. Angka ini kompetitif di kelas skutik 125 cc, tapi perlu dicatat bahwa klaim pabrikan biasanya diukur dalam kondisi ideal. Konsumsi riil di jalan raya dengan beban penuh dan lalu lintas padat hampir selalu lebih rendah.
Karena motor ini belum tersedia untuk pengujian jalan, angka 50 km/liter masih sebatas klaim spesifikasi. Pembaca yang tertarik sebaiknya menunggu uji konsumsi independen sebelum menjadikannya patokan.
Pilihan Varian dan Sistem Pengereman
Honda menyediakan enam varian NS125GU di China. Varian standar memakai Combi Brake System (CBS), sementara model tertinggi dibekali ABS satu kanal pada roda depan untuk mengurangi risiko roda terkunci saat pengereman mendadak.
- Varian terendah: 8.280 yuan (sekitar Rp 22,2 juta)
- Varian tertinggi dengan ABS: 9.580 yuan (sekitar Rp 25,7 juta)
- Mesin: 124 cc, satu silinder, berpendingin udara
- Tenaga/torsi: 9,5 PS @7.750 rpm / 10 Nm @5.750 rpm
- Bobot: 109 kg
- Roda belakang: 10 inci
Roda Belakang 10 Inci: Kompromi demi Ruang Bawah Jok
Ukuran roda belakang 10 inci terbilang kecil untuk skutik bodi bongsor. Honda beralasan ukuran ini dipilih untuk mengoptimalkan ruang penyimpanan di bawah jok sekaligus menjaga dimensi motor tetap kompak. Konsekuensinya, stabilitas di kecepatan tinggi dan kenyamanan melewati jalan bergelombang bisa jadi lebih terbatas dibanding skutik beroda 12 atau 14 inci.
Kelebihan dan Kekurangan Honda NS125GU
Kelebihan:
- Dek rata dan bodi belakang panjang, praktis untuk barang bawaan
- Konsumsi BBM diklaim 50 km/liter, efisien di kelas 125 cc
- Varian tertinggi sudah ABS satu kanal
- Panel digital dan lampu LED sebagai fitur modern
Kekurangan dan yang perlu diperhatikan:
- Belum dijual resmi di Indonesia, jadi tidak ada harga OTR dan jaringan purna jual
- Kecepatan maksimal 90 km/jam membatasi penggunaan luar kota
- Roda belakang 10 inci berpotensi mengurangi stabilitas di kecepatan tinggi
- Klaim konsumsi BBM 50 km/liter belum terverifikasi lewat uji independen
Verdict: Cocok untuk Mobilitas Kota, Tapi Belum untuk Indonesia
NS125GU adalah jawaban Honda untuk pengguna yang mengutamakan kepraktisan dan ruang penyimpanan di atas gaya sporty. Dek rata, bodi panjang, dan klaim efisiensi 50 km/liter masuk akal untuk pemakaian dalam kota dengan jarak tempuh harian moderat.
Motor ini kurang cocok bagi yang sering melibas jalan luar kota atau menginginkan performa lebih. Untuk pasar Indonesia, statusnya masih sebatas produk China tanpa kepastian masuk. Pembaca yang menunggu skutik praktis dari Honda sebaiknya memantau apakah model ini akan dibawa ke pasar lokal, karena potensinya di segmen skutik fungsional cukup jelas.