Pencarian

Populasi Motor Listrik Indonesia Tembus 280.000 Unit hingga Agustus 2026

Kamis, 24 September 2026 • 10:49:01 WIB
Populasi Motor Listrik Indonesia Tembus 280.000 Unit hingga Agustus 2026
Populasi sepeda motor listrik di Indonesia mencapai 280.000 unit hingga Agustus 2026.

SUMATERA UTARA — Populasi sepeda motor listrik di Indonesia mencapai 280.000 unit hingga Agustus 2026, menurut catatan Kementerian Perindustrian. Angka itu tumbuh signifikan dibanding capaian tahun lalu, ditopang kepastian regulasi dari hulu ke hilir. Pemerintah berharap Program Motor Listrik Nasional (Molinas) mempercepat penetrasi yang masih jauh di bawah mobil listrik.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Setia Diarta, menyampaikan capaian itu dalam keterangannya di Kabupaten Bekasi. Menurut dia, pertumbuhan populasi kendaraan listrik tidak lepas dari kerangka regulasi yang disiapkan pemerintah sejak beberapa tahun terakhir.

Regulasi Hulu-Hilir Jadi Penopang Utama

Kemenperin menyiapkan sejumlah aturan untuk menopang pertumbuhan kendaraan listrik, mulai dari peta jalan manufaktur, insentif finansial, hingga ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Skema Low Carbon Emission Vehicles (LCEV) mencakup kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Dari sisi regulasi, semua sudah komplit. Saat ini kami mengacu Perpres maupun PP dan implementasinya berjalan sangat baik sekali di lapangan. Ini menjadi pedoman kokoh bagi para pelaku industri dan investor," kata Setia.

Kepastian aturan dinilai menjadi faktor kunci bagi pelaku industri dan investor yang ingin masuk ke sektor kendaraan listrik domestik. Tanpa kerangka hukum yang stabil, produsen maupun pemodal disebut enggan menanamkan modal jangka panjang.

Lonjakan Terbesar Terjadi pada 2023-2024

Jika ditarik sejak 2020 hingga kuartal III 2026, jumlah pengguna motor listrik terus meningkat. Lonjakan paling signifikan tercatat pada 2023-2024, periode setelah pemerintah memberikan program insentif pembelian.

"Jika dibandingkan capaian tahun lalu, posisi pertumbuhan kita tahun ini sudah cukup naik signifikan dan angka ini dipastikan akan terus bertambah mengingat tahun 2026 masih berjalan," ujar Setia.

Kemenperin melihat tren penggunaan kendaraan listrik masih akan tumbuh. Perubahan pola pikir masyarakat serta tingginya ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global disebut menjadi dua pendorong utama.

Motor Listrik Masih Kalah Jauh dari Mobil Listrik

Untuk kendaraan roda empat listrik, Kemenperin mencatat penetrasi pasar secara akumulatif telah mencapai 16,8% hingga Agustus 2026. Capaian itu berbeda jauh dengan motor listrik yang masih berada dalam tahap mencari bentuk terbaik di pasar domestik.

Kesenjangan ini membuat pemerintah menaruh harapan besar pada Program Motor Listrik Nasional (Molinas). Program tersebut diharapkan mempercepat proses adopsi motor listrik di kalangan konsumen Indonesia.

Sejumlah tantangan masih membayangi pertumbuhan motor listrik domestik, mulai dari harga yang belum sepenuhnya terjangkau, jaringan pengisian daya, hingga kepercayaan konsumen terhadap daya tahan baterai. Pemerintah menyebut regulasi yang sudah lengkap menjadi modal awal untuk menjawab persoalan itu.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks