Pencarian

Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Dinilai Dongkrak Pembiayaan Multifinance

Senin, 21 September 2026 • 18:16:01 WIB
Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Dinilai Dongkrak Pembiayaan Multifinance
OJK menilai insentif Rp3 juta per unit motor listrik berpotensi mendorong permintaan pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance.

SUMATERA UTARA — Otoritas Jasa Keuangan menilai insentif Rp3 juta per unit motor listrik berpotensi mengerek permintaan pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance. Pembiayaan kendaraan listrik sudah mencapai Rp25,49 triliun pada Juli 2026, tumbuh 37,84 persen secara tahunan. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk program Ekosistem Motor Listrik Nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyatakan insentif tersebut membuat harga motor listrik lebih terjangkau sehingga membuka ruang permintaan pembiayaan kendaraan listrik.

"Insentif motor listrik berpotensi mendorong pembiayaan kendaraan listrik karena membuat harga motor listrik lebih terjangkau bagi masyarakat," ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Senin (21/9/2026).

Pembiayaan Kendaraan Listrik Tembus Rp25,49 Triliun

Data OJK mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance mencapai Rp25,49 triliun pada Juli 2026. Angka itu tumbuh 37,84 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan lebih tinggi datang dari segmen roda dua listrik dan hibrida. Pembiayaan pada segmen tersebut tumbuh 48,87 persen yoy pada Juli 2026, melampaui laju pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik secara keseluruhan.

Dengan insentif Rp3 juta per unit, harga kendaraan yang harus ditanggung konsumen menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut dinilai dapat mengubah kebutuhan pembiayaan untuk pembelian kendaraan listrik, terutama di segmen motor yang sensitif terhadap selisih harga awal.

Anggaran Rp3 Triliun untuk Program MOLINAS

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk program Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS). Setiap unit motor listrik nantinya mendapat insentif Rp3 juta.

"Kalau 1 juta (motor) itu (insentif) Rp3 juta. Anggarannya Rp3 triliun. Saya pikir sampai akhir tahun bisa 100 ribu (kapasitas produksi motor listrik nasional)," ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Dampak ke Perusahaan Multifinance

Insentif pemerintah bekerja di sisi harga jual, sementara multifinance menanggung sisi pembiayaan. Kombinasi keduanya berpotensi menurunkan uang muka dan angsuran bulanan yang harus dibayar konsumen, sehingga memperlebar basis pembeli motor listrik di luar segmen awal yang selama ini didominasi pembeli tunai.

OJK belum merinci proyeksi angka pembiayaan setelah insentif berlaku. Namun arah kebijakan sudah jelas: pembiayaan kendaraan listrik menjadi salah satu penopang pertumbuhan industri multifinance tahun ini, dengan segmen roda dua listrik dan hibrida sebagai kontributor pertumbuhan tercepat.

Bagi konsumen, besaran insentif Rp3 juta dan periode pencairannya masih menunggu aturan teknis dari pemerintah. Perusahaan pembiayaan umumnya menyesuaikan skema kredit setelah regulasi resmi terbit.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartaekonomi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks