Pencarian

418 Warga Desa Kuta Tengah Karo Dipulangkan dari Pengungsian, 35 Balita hingga 2 Ibu Hamil Ikut Serta

Selasa, 08 September 2026 • 13:16:02 WIB
418 Warga Desa Kuta Tengah Karo Dipulangkan dari Pengungsian, 35 Balita hingga 2 Ibu Hamil Ikut Serta
warga Desa Kuta Tengah, Karo, dipulangkan dari pengungsian menyusul perubahan radius zona bahaya erupsi Gunung Sinabung.

KARO — Ratusan warga yang selama ini mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung akhirnya dapat kembali ke kampung halamannya. Proses pemulangan menyusul perubahan ketentuan radius zona bahaya yang dikeluarkan PVMBG.

Para pengungsi diberangkatkan dari Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada dan Losd Desa Sukatepu menuju Desa Kuta Tengah. Keputusan ini merupakan hasil evaluasi Tim Terpadu Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung terhadap perkembangan situasi terkini di wilayah terdampak.

Komposisi Warga yang Dipulangkan: 210 Laki-Laki dan 208 Perempuan

Dari total 418 jiwa yang dipulangkan, terdapat 210 laki-laki dan 208 perempuan. Kelompok paling rentan ikut dalam gelombang kepulangan ini, yakni 35 balita, 34 lanjut usia, dua ibu hamil, dan enam ibu menyusui.

Selain itu, ada 237 warga dewasa dan orang tua yang terdiri atas 101 laki-laki serta 132 perempuan. Kelompok remaja dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan juga turut dipulangkan.

Polda Sumut: Proses Kepulangan Dilakukan Bertahap dan Terukur

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan menegaskan bahwa pemulangan warga tidak dilakukan serentak, melainkan secara bertahap. Faktor keamanan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan.

"Pemulangan warga Desa Kuta Tengah dilaksanakan setelah adanya perubahan ketentuan radius zona bahaya dan berdasarkan hasil koordinasi serta rapat Tim Terpadu Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung. Seluruh proses dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat," ujar Ferry.

Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Bantu Angkut Barang

Untuk memperlancar proses kepulangan, personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan Satuan Polisi Pamong Praja dikerahkan. Mereka tidak hanya membantu transportasi warga, tetapi juga pengangkutan barang-barang milik pengungsi menuju Desa Kuta Tengah.

Ferry menjelaskan keterlibatan seluruh unsur tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam pelayanan kemanusiaan. Hal ini penting agar warga dapat kembali ke rumahnya secara aman dan tertib.

"Personel gabungan tidak hanya membantu mobilisasi warga, tetapi juga memastikan barang-barang milik masyarakat dapat diangkut dengan baik. Ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan agar warga dapat kembali ke rumahnya secara aman dan tertib," katanya.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrokampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks