KARO — Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih menjadi perhatian serius aparat keamanan. Meski intensitas asap kawah terpantau menurun, status gunung yang berada di Kabupaten Karo ini tidak berubah, sehingga seluruh elemen terkait diminta tidak mengurangi kewaspadaan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan, asap kawah masih teramati berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak. Penurunan intensitas tersebut, kata dia, tidak lantas membuat status Siaga dicabut.
Puluhan Personel Dikerahkan di Titik Pantau dan Posko Pengungsian
Untuk mengantisipasi eskalasi erupsi, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumatera Utara, dan Polres Karo disiagakan. Mereka tersebar di sejumlah titik pantau serta lokasi posko pengungsian.
Tugas personel di lapangan meliputi pemantauan aktivitas gunung, pengamanan wilayah, hingga pelayanan masyarakat. Polri juga memastikan kesiapan personel untuk mendukung proses evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas secara mendadak.
Trauma Healing bagi Anak-anak Korban Erupsi
Perhatian khusus diberikan kepada kondisi psikologis anak-anak yang ikut mengungsi. Satbinmas Polres Karo menjalankan kegiatan trauma healing di lokasi pengungsian agar anak-anak tetap merasa aman dan nyaman selama meninggalkan rumahnya.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya.
Di sisi lain, bantuan dari Kapolda Sumatera Utara juga telah disalurkan. Paket bantuan berisi selimut, makanan ringan, minuman, dan camilan anak dibagikan untuk meringankan beban para pengungsi di Jambur Desa Suka Tepu.
Penyiraman Jalan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Personel tidak hanya berkutat di pengungsian. Dampak abu vulkanik yang menyebar ke permukiman turut ditangani langsung oleh aparat. Personel Brimob Polda Sumatera Utara mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk melakukan penyiraman di ruas jalan yang tertutup material abu.
Langkah ini dilakukan demi mengurangi gangguan aktivitas warga serta menjaga kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, dukungan layanan kesehatan, dapur lapangan, dan logistik disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan jangka panjang selama proses penanganan berlangsung.
Apa Arahan Resmi untuk Warga Sekitar Gunung Sinabung?
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Polri meminta warga mengikuti setiap arahan petugas di lapangan dan dilarang keras memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.
Warga yang beraktivitas di wilayah terdampak abu vulkanik juga disarankan menggunakan masker. Informasi resmi mengenai perkembangan gunung dapat dipantau melalui kanal PVMBG dan pemerintah daerah.
Hingga Kamis pagi pukul 08.00 WIB, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat erupsi. Koordinasi antara Polri, Pemkab Karo, TNI, PVMBG, dan BPBD terus diperkuat untuk memastikan setiap perkembangan situasi dapat direspons secara cepat dan terpadu.