Pencarian

Volume Angkutan Barang KAI Sumut Tembus 550 Ribu Ton hingga Agustus 2026, Tumbuh 16 Persen

Senin, 07 September 2026 • 21:58:01 WIB
Volume Angkutan Barang KAI Sumut Tembus 550 Ribu Ton hingga Agustus 2026, Tumbuh 16 Persen
Volume angkutan barang KAI Divre I Sumatera Utara mencapai 550.162 ton hingga Agustus 2026, tumbuh 16 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat volume angkutan barang mencapai 550.162 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Realisasi itu tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 472.609 ton, menurut Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo di Medan, Senin.

MEDAN — Lonjakan permintaan distribusi logistik berbasis rel mendorong pertumbuhan volume angkutan barang KAI Divisi Regional I Sumatera Utara sepanjang delapan bulan pertama 2026. Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo menyebutkan capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan mitra usaha untuk mengalihkan pengiriman komoditas dari jalan raya ke moda kereta api.

Pertumbuhan paling tajam terjadi pada Agustus 2026. Volume angkutan barang pada bulan tersebut mencapai 81.561 ton, melesat 41 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 57.753 ton.

Lonjakan Bulanan Jadi Indikator Kelancaran Rantai Pasok

Angka pertumbuhan yang signifikan secara bulanan itu tidak semata-mata berasal dari tambahan permintaan pengiriman. KAI menilai tingginya realisasi tersebut juga menggambarkan kelancaran operasional logistik kereta api di wilayah Sumatera Utara.

"Di tengah meningkatnya tantangan sektor transportasi, mulai dari dinamika kondisi alam hingga semakin padatnya jalan raya, kereta api konsisten menjaga keandalan perjalanan. Hal ini memastikan komoditas yang diangkut tiba di tujuan secara tepat waktu, aman, dan efisien," ujar Anwar.

Jaringan rel yang menghubungkan pusat industri, perkebunan, kawasan pergudangan, hingga pelabuhan dinilai memperkuat rantai pasok daerah secara terintegrasi. Kelancaran ini pula yang menjadi andalan untuk menekan biaya logistik nasional.

Target Menekan Biaya Logistik yang Masih 14,29 Persen dari PDB

Anwar menjelaskan efisiensi distribusi barang melalui kereta api merupakan salah satu kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Saat ini porsinya masih berada di kisaran 14,29 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Dengan kelancaran distribusi barang melalui kereta api, kami berharap dapat menekan biaya logistik daerah yang berimbas positif pada stabilitas harga produk yang sampai ke tangan masyarakat," jelasnya.

Komitmen KAI Perkuat Interkoneksi Logistik Sumatera Utara

Ke depan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen meningkatkan keandalan prasarana dan pola operasional. Langkah ini ditempuh untuk memberi kemudahan rantai pasok dari kawasan industri dan perkebunan menuju pelabuhan maupun sebaliknya.

"Kelancaran distribusi logistik berbasis rel ini diharapkan tidak hanya menekan biaya operasional mitra, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan barang serta mendorong efisiensi ekonomi Sumatera Utara secara keseluruhan," kata Anwar.

Pertumbuhan angkutan barang ini menjadi sinyal positif bagi sektor industri dan perdagangan di Sumatera Utara yang selama ini kerap menghadapi tantangan kepadatan jalan raya dan kondisi alam yang dinamis.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks