LUBUK PAKAM — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meresmikan pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Terminal Tipe B Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (19/8/2026). Peresmian ini menandai terhubungnya kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deli Serdang melalui transportasi massal berbasis listrik.
Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.AP., turut hadir bersama Ketua DPRD Kota Binjai, Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti, serta jajaran Dinas Perhubungan Kota Binjai. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap integrasi transportasi antarwilayah.
30 Bus Listrik Beroperasi Bertahap hingga Desember 2026
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Yudha P. Setiawan, menyampaikan bahwa armada BRT Mebidang akan terus ditambah hingga mencapai 30 bus listrik pada 8 Desember 2026. Saat ini, sebanyak 27 bus telah disiapkan untuk melayani dua koridor utama.
Rinciannya, 13 bus melayani Koridor 1 rute Teladan–Terminal Lubuk Pakam dan 14 bus melayani Koridor 2 rute Simpang Barat–Binjai. Tiga unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan untuk mengantisipasi kendala operasional di lapangan.
Tarif Rp4.300 dan 121 Titik Pemberhentian Baru
Setelah masa uji coba gratis berakhir, tarif BRT Mebidang ditetapkan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum. Adapun kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia cukup membayar Rp3.000.
Untuk mendukung layanan tersebut, sebanyak 121 titik pemberhentian baru akan dibangun di kedua koridor. Sebanyak 68 titik berada di lintasan Teladan–Terminal Lubuk Pakam dan 53 titik di lintasan Simpang Barat–Binjai.
Satu Kali Bayar untuk Pindah Koridor
Dalam arahannya, Bobby Nasution menekankan pentingnya integrasi sistem pembayaran antar koridor. Gubernur menginginkan masyarakat yang bepergian ke Binjai, Deli Serdang, maupun wilayah lainnya cukup melakukan satu kali pembayaran meskipun harus berpindah bus.
"Kita ingin masyarakat yang bepergian ke Binjai, Deli Serdang maupun wilayah lainnya cukup melakukan satu kali pembayaran. Jadi, ketika harus berpindah bus karena perbedaan koridor, masyarakat tidak perlu melakukan pembayaran kembali," ujar Bobby.
Aplikasi Trans-Sumut untuk Pantau Bus Secara Real-Time
Pemprov Sumatera Utara turut meluncurkan aplikasi Trans-Sumut yang dapat diunduh masyarakat. Melalui aplikasi ini, penumpang bisa mengecek rute perjalanan, memantau posisi bus secara real-time, serta melakukan pendaftaran tarif khusus.
Pemko Binjai menilai kehadiran BRT Mebidang menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan transportasi publik yang aman, terintegrasi, dan terjangkau. Selain mempermudah mobilitas warga, layanan ini diharapkan mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum di kawasan metropolitan Mebidang.