MEDAN — Bulog Sumatera Utara mempercepat distribusi komoditas pangan strategis ke seluruh wilayah, mencakup beras Bantuan Pangan (Banpang), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta MinyaKita. Penyaluran ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyebutkan stok beras CBP yang dimiliki saat ini mencapai 57 ribu ton. Untuk MinyaKita, persediaan yang tersimpan di gudang mencapai 1,2 juta liter, siap didistribusikan ke pasar rakyat dan warung sembako.
Beras Banpang 30 Kg per Keluarga Segera Disalurkan
Dalam beberapa hari ke depan, Bulog Sumut mulai menyalurkan beras bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran menyasar 1.739.256 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan kebutuhan total 52 ribu ton.
Setiap keluarga penerima akan mendapatkan jatah 30 kilogram beras. Pengambilan dilakukan secara gratis di kantor desa atau kelurahan masing-masing. Budi menegaskan, data penerima berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan pihak pemkab/pemkot telah melakukan pengecekan kualitas serta kuantitas langsung ke gudang Bulog.
"Bulog menyalurkan sesuai data PBP yang kami terima dari Bapanas. Dari Pemkab dan Pemkot juga sudah ke gudang Bulog untuk mengecek kualitas dan kuantitas berasnya. Proses pengemasan terus kami lakukan. Masing-masing PBP menerima 30kg beras, dan Gratis diambil di Kantor Desa/Kelurahan," tegas Budi, Kamis (13/6).
Realisasi SPHP Capai 65,95 Persen, Harga Maksimal Rp 13.100 per Kg
Di sisi lain, penyaluran beras SPHP terus berjalan. Hingga saat ini, Bulog Sumut telah merealisasikan 32.342 ton dari target sekitar 49.043 ton, atau mencapai 65,95 persen. Beras ini dijual dengan harga maksimal Rp 13.100 per kilogram sesuai HET.
Distribusi beras SPHP dilakukan melalui pedagang pasar, warung sembako yang terdaftar sebagai RPK, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan TNI/Polri dan pemerintah daerah. Budi mengimbau warga yang kesulitan mendapatkan beras murah untuk langsung mendatangi kantor Bulog terdekat.
"Kami terus memperbanyak titik penyaluran beras SPHP dengan harga maksimal sesuai HET Rp13.100/kg. Di depan gudang dan kantor Bulog se Sumut juga setiap hari tersedia. Silahkan datang," imbuh Budi.
Distribusi MinyaKita Tembus 14,36 Juta Liter, Warga Diminta Cerdas Memilih
Untuk minyak goreng rakyat, Bulog Sumut telah menyalurkan 14,36 juta liter MinyaKita. Sebanyak 7,50 juta liter atau sekitar 52 persen disalurkan melalui pasar rakyat, baik SP2KP maupun non-SP2KP. Sisanya didistribusikan melalui warung sembako RPK dan Koperasi Merah Putih.
Budi menjelaskan, Bulog dan ID FOOD mendapat penugasan dari Menteri Perdagangan sebagai distributor satu. Artinya, MinyaKita dibeli langsung dari produsen dan disalurkan ke pengecer tanpa melalui distributor atau agen. Mekanisme ini memangkas rantai distribusi sehingga harga bisa ditekan sesuai HET Rp 15.700 per liter.
"Distribusi MinyaKita ini tercatat di SIMIRAH, Bulog dan ID FOOD mendapat tugas dari Menteri Perdagangan sebagai Distributor ke 1, beli Minyakita dari produsen dan langsung kami distribusi ke pengecer, tidak melalui Distributor/Agen lagi. Harga maksimal sesuai HET Rp15.700/liter. Jadi kalau di pasar ada yang menjual di atas HET jangan di beli, cari dulu toko berlogo Bulog harga maksimal Rp15.700/liter," tutup Budi.
Budi menambahkan, Bulog dan ID FOOD mendapat porsi distribusi 35 persen dari total produksi MinyaKita nasional, sementara 65 persen lainnya disalurkan melalui swasta atau non-BUMN. Seluruh program ini turut dilaporkan ke pemerintah daerah dan DPRD Sumatera Utara sebagai bentuk transparansi dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah tersebut.