Pencarian

6 Pantai di Sumatera Utara yang Masih Relatif Sepi, dari Nias sampai Danau Toba

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:25:01 WIB
6 Pantai di Sumatera Utara yang Masih Relatif Sepi, dari Nias sampai Danau Toba
Pantai yang Masih Sepi Di Sumatera Utara. (Foto: NET)

SUMATERA UTARA - Mencari pantai sepi di Sumatera Utara tidak selalu berarti menemukan spot yang benar-benar tanpa pengunjung. Ungkapan ini lebih cocok dimaknai sebagai destinasi yang belum menjadi tujuan wisata utama, dengan akses yang cukup terpencil, fasilitas yang belum memadai, atau berada di desa wisata yang baru berkembang.

Garis pantai Sumatera Utara menawarkan keragaman—Kepulauan Nias menyuguhkan laut terbuka, tebing karang, dan hamparan pasir putih, sementara pesisir timur memiliki keunikan tersendiri. Di kawasan Danau Toba, istilah "pantai" bahkan mengacu pada tepian danau air tawar berpasir dengan berbagai aktivitas air.

Daftar yang kami susun bersumber dari data Jaringan Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata, informasi pemerintah lokal, serta literatur akademik, mengingat tidak ada catatan resmi yang dapat memverifikasi tingkat kesunyian pantai secara harian.

Klasifikasi desa wisata (rintisan atau berkembang) dalam Jadesta dipakai sebagai acuan, meski tidak serta merta merepresentasikan jumlah kunjungan—lebih sebagai sinyal bahwa destinasi tersebut masih dalam masa penataan.

Enam Pantai yang Relatif Belum Ramai di Sumatera Utara

1. Pantai Ladeha, Nias Selatan

Pantai Ladeha terletak di Desa Lolomoyo, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan data Jadesta, jaraknya sekitar 50,9 kilometer dari Telukdalam, dengan perjalanan sekitar 86 menit melalui jalur Nanowa, atau sekitar 2 jam 50 menit dari Gunungsitoli lewat jalur Lolowau.

Jarak tempuh yang lumayan jauh menjadi penyebab utama destinasi ini belum seramai kawasan yang lebih dekat dengan pusat kota. Keunggulan utamanya adalah susunan batu karang di sekitar pantai yang memberikan ciri visual berbeda dari pantai pasir, sekaligus menjadi daya tarik fotografi.

Desa Wisata Lolomoyo masih tergolong rintisan, dengan fasilitas seperti lahan parkir, kamar mandi umum, warung makan, tempat makan, serta area swafoto—namun belum tersedia homestay maupun paket wisata yang terdaftar di Jadesta.

2. Pantai Pasir Putih Afulu, Nias Utara

Pantai ini berada di Dusun II Fadoro, Desa Lauru Fadoro, Kecamatan Afulu, dengan garis pantai sekitar 2 kilometer yang ditutupi pasir putih. Desa Wisata Pantai Pasir Putih berstatus rintisan, menyediakan fasilitas parkir, kuliner, outbound, dan area swafoto, tetapi belum memiliki homestay atau produk suvenir resmi.

Luasnya garis pantai memberikan area yang lega untuk menikmati pesisir sekaligus berbagai titik menarik untuk foto lanskap. Karena akomodasi masih minim, para pengunjung disarankan mempersiapkan kebutuhan pokok seperti makanan dan perlengkapan pribadi lebih awal.

3. Sawa Kete, Nias Utara

Sawa Kete terletak di Desa Afulu, Kecamatan Afulu, dan disebut dalam Jadesta sebagai wisata pinggir pantai yang selaras dengan alam, berair jernih, berbatu karang, serta minim sentuhan pembangunan. Desa Wisata Sawakete masuk kategori berkembang.

Kajian pengabdian masyarakat pada 2025 mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi kebersihan di Sawa Kete menghadapi hambatan seperti keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah dan belum adanya regulasi kebersihan setempat, namun warga menunjukkan partisipasi aktif dalam edukasi dan kerja bakti.

Tidak hanya Sawa Kete, Desa Afulu juga memiliki kawasan Ture Dawola yang dikenal dengan pantai luas dan ombak besar untuk berselancar, menandakan potensi wisata bahari yang beragam dalam satu desa.

4. Pantai Bunga, Batu Bara

Di pesisir timur, Pantai Bunga yang berada di Desa Wisata Pulau Pandang Island, Kabupaten Batu Bara, dicatat Jadesta dengan keunggulan pasir putih dan fasilitas seperti kamar mandi umum, musala, area swafoto, tempat makan, juga elemen seni dan budaya.

Keberadaan fasilitas dasar membuat Pantai Bunga lebih pas disebut belum terlalu arus utama daripada benar-benar sepi. Pengembangannya juga melibatkan kegiatan budaya, kuliner, dan ekonomi masyarakat, tidak hanya mengandalkan keindahan alamnya.

5. Pantai Sibolazi, Samosir

Berbeda dari pantai laut, Sibolazi merupakan tepian Danau Toba yang menawarkan pengalaman pantai air tawar. Jadesta mencatatnya sebagai paket wisata dari Desa Wisata Simanindo, yang juga dikenal lewat Museum Huta Bolon Simanindo, seni tradisional, kerajinan tangan, dan kuliner.

Desa Simanindo masih bertaraf rintisan walaupun sempat meraih posisi di 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024. Selain Sibolazi, profil desa juga menyebut paket wisata Pantai Langat. Kunjungan ke area ini bisa dipadukan dengan eksplorasi budaya Batak.

6. Pantai Lumban Bulbul, Kabupaten Toba

Di tepian Danau Toba, Lumban Bulbul dalam Jadesta memiliki pasir putih, panorama danau, perbukitan, dan pepohonan, dengan fasilitas yang cukup lengkap: area parkir, kafetaria, kamar mandi umum, kios suvenir, tempat makan, musala, dan spot swafoto.

Desa Wisata Lumban Bulbul berstatus berkembang dan tercatat masuk daftar 500 Besar ADWI pada tahun 2021, 2023, dan 2024—menunjukkan tingkat kematangan pengembangan yang lebih baik dibanding beberapa desa perintis lain dalam daftar ini.

Tips dan Catatan Penting

Menuju destinasi yang belum jadi tujuan utama memerlukan persiapan ekstra: pastikan akses dan fasilitas sebelum berangkat, bawa air minum, obat-obatan dasar, tabir surya, pakaian cadangan, dan kantong sampah, serta siapkan pembayaran alternatif jika jaringan digital belum stabil.

Konsep "sepi" bisa berubah-ubah tergantung hari, musim, cuaca, atau aktivitas warga—mungkin tenang di hari biasa, tetapi bisa ramai saat akhir pekan atau liburan. Menjaga kebersihan, terutama di Sawa Kete yang masih bergulat dengan masalah sampah, menjadi tanggung jawab pengunjung.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Juli 2026 menyatakan pembangunan jalan dan jembatan di jalur barat Nias Selatan-Nias Barat akan dimulai bertahap setelah inspeksi ruas jalan yang rusak—informasi yang penting untuk rencana perjalanan ke wilayah Nias.

Untuk yang mendambakan pemandangan alami dan akses yang jauh dari ramai, Pantai Ladeha, Pasir Putih Afulu, dan Sawa Kete bisa jadi pilihan utama. Sementara bagi yang lebih suka fasilitas yang lebih siap, Pantai Bunga dan Lumban Bulbul layak dipertimbangkan, dan Sibolazi cocok untuk menggabungkan wisata air dengan nuansa budaya Samosir.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks