Pencarian

Nilai Agama dan Etika Jadi Benteng Anak di Era Digital, Ini Cara Orang Tua Menanamkannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 07:17:01 WIB
Nilai Agama dan Etika Jadi Benteng Anak di Era Digital, Ini Cara Orang Tua Menanamkannya
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan pentingnya penanaman nilai agama dan etika sebagai benteng anak di era digital dalam acara di STAI Ma'had Aly Al-Hikam, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (12/2/2026).

SUMATERA UTARA — MALANG, KOMPAS.com — Era digital membawa tantangan besar bagi para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Di tengah derasnya arus informasi dan godaan gawai, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa fondasi karakter adalah perisai terkuat yang bisa diberikan orang tua.

"Orang tua perlu menanamkan fondasi berupa nilai agama, budi pekerti, etika, moral karena ini penting dan akan menjadi benteng diri bagi anak-anak," ujar Arifah di STAI Ma'had Aly Al-Hikam, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (12/2/2026).

Menurutnya, langkah membangun karakter berbasis nilai keagamaan ini akan menumbuhkan pemahaman dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Kepekaan inilah yang kelak membuat anak mampu membedakan baik dan buruknya sebuah perilaku.

Aturan Praktis Memberikan Gawai pada Anak

Arifah tidak melarang anak menggunakan ponsel, namun ia menekankan satu syarat utama: pendampingan. "Orang tua memberikan ponsel boleh, asalkan ada pendampingan. Anak tidak bisa dilepas sendirian," katanya.

Pendampingan ini bukan sekadar mengawasi, melainkan juga mendampingi anak saat mengakses konten. Dengan begitu, anak merasa aman dan terbiasa berdiskusi dengan orang tua tentang apa yang mereka lihat di dunia maya.

Peran Sekolah dalam Mencegah Kekerasan dan Perundungan

Selain di rumah, lingkungan pendidikan juga menjadi garda depan perlindungan anak. Arifah mengingatkan kepala sekolah, guru, dan pegawai lembaga pendidikan untuk memperkuat sistem pengawasan guna mencegah kekerasan dan perundungan antar pelajar.

Guru bimbingan konseling (BK) pun diminta membangun kedekatan emosional dengan setiap murid. "Semua guru diberikan tugas seperti dosen pembimbing dari awal anak masuk sampai lulus, ini sebuah inovasi baru menurut saya apa yang diinisiasi oleh Pak Mendikdasmen supaya anak-anak yang mengalami persoalan terdeteksi dan dijangkau oleh BK," jelas Arifah.

Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak

Peran aktif orang tua dan sekolah menjadi penguat strategi pemerintah melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA). Program ini dirancang untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi anak untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.

Bagi ibu muda, memulai penanaman nilai ini tidak perlu rumit. Kebiasaan sederhana seperti mengajak anak mengobrol tentang kesehariannya, membatasi waktu layar dengan kesepakatan bersama, dan memberi contoh perilaku santun adalah langkah awal yang efektif.

Yang terpenting, konsistensi dan kehangatan orang tua dalam mendampingi akan membuat anak merasa aman untuk bercerita. Dari sinilah nilai-nilai agama dan etika akan tertanam kuat sebagai benteng diri mereka di masa depan.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks