SUMATERA UTARA — Jakarta – Penjualan mobil baru di Indonesia pada Januari-Juni 2026 menunjukkan pemulihan solid. Data Gaikindo yang dirilis Kamis (23/7/2026) mencatat distribusi dari pabrikan ke dealer (wholesales) bertambah 59.857 unit secara tahunan. Angka itu naik dari 376.707 unit pada semester I 2025 menjadi 436.564 unit.
Retail Sales Ikut Menguat, Daya Beli Mulai Pulih
Kinerja positif juga terlihat di sisi hilir. Dealer berhasil menjual 433.848 unit kendaraan ke konsumen (retail) sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Angka itu naik 10,5 persen dibandingkan 392.778 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Selisih tipis antara wholesales dan retail—hanya sekitar 2.716 unit—menandakan pasokan pabrikan lancar dan serapan pasar nyaris seimbang. Indikasi ini memperkuat sinyal bahwa stok di dealer tidak menumpuk secara berlebihan.
Juni 2026: Lonjakan Signifikan Dibandingkan Tahun Lalu
Bulan Juni menjadi pendorong utama pertumbuhan semester I. Distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer melesat dari 58.363 unit pada Juni 2025 menjadi 77.550 unit pada Juni 2026—lonjakan 19.187 unit dalam setahun. Secara month-to-month, wholesales Juni juga naik 12 persen dibandingkan Mei yang mencapai 69.219 unit.
Penjualan retail di bulan yang sama ikut terdorong. Dealer mencatatkan 74.507 unit, meningkat 3,9 persen dari 71.687 unit pada bulan sebelumnya. Dibandingkan Juni 2025 yang hanya 62.292 unit, angka ini menunjukkan kenaikan permintaan yang cukup tajam.
Pasar Otomotif Tahan di Tengah Pemulihan Ekonomi
Capaian semester I 2026 memperkuat tren pemulihan sektor otomotif nasional. Kenaikan dua digit di kedua kanal penjualan—wholesales dan retail—menandakan daya beli masyarakat mulai kembali ke jalur positif. Gaikindo sebelumnya memproyeksikan pasar tahun ini bisa tumbuh moderat, dan data paruh pertama sejalan dengan ekspektasi tersebut.
Dengan masih tersisa enam bulan ke depan, para pabrikan diperkirakan akan terus menggenjot produksi dan promosi untuk mempertahankan momentum. Ajang pameran otomotif seperti GIIAS yang biasanya digelar di paruh kedua tahun kerap menjadi katalis tambahan bagi penjualan.