Pencarian

Kemdiktisaintek Luncurkan SatuBeasiswa, 465 Jenis Beasiswa Senilai Rp 16,37 Triliun Kini Terpusat di Satu Situs

Senin, 21 September 2026 • 18:41:32 WIB
Kemdiktisaintek Luncurkan SatuBeasiswa, 465 Jenis Beasiswa Senilai Rp 16,37 Triliun Kini Terpusat di Satu Situs
Kemdiktisaintek meluncurkan platform SatuBeasiswa Indonesia sebagai pusat informasi 465 jenis beasiswa.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan platform SatuBeasiswa Indonesia, yang menyatukan informasi 465 jenis beasiswa dari berbagai penyelenggara ke dalam satu wadah pencarian. Platform ini mencatat total dana sekitar Rp 16,37 triliun dengan penerima manfaat lebih dari 853.000 orang dari sekitar 1,22 juta total kuota. Informasi resmi ini terverifikasi per 18 September 2026.

JAKARTA — Kemdiktisaintek meluncurkan platform SatuBeasiswa Indonesia untuk mengatasi tersebarnya informasi beasiswa di berbagai kanal yang berbeda-beda. Menteri Brian Yuliarto menyatakan bahwa informasi beasiswa dari seluruh mitra pemerintah disatukan dalam satu wadah agar bisa menjangkau calon penerima di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil.

Platform ini bukan satu program beasiswa tunggal, melainkan pusat pencarian informasi yang menghimpun peluang bantuan pendidikan dari banyak penyelenggara. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui situs https://satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa.

71 Program Beasiswa Aktif Terdaftar per 15 September 2026

Berdasarkan data per 15 September 2026, terdapat 71 program beasiswa aktif yang terdaftar di platform ini. Total jenis beasiswa yang dihimpun mencapai 465 jenis dari berbagai penyelenggara.

Nilai dana yang tercatat mencapai sekitar Rp 16,37 triliun. Penerima manfaatnya lebih dari 853.000 orang, dari sekitar 1,22 juta total kuota yang tersedia.

Siapa Saja yang Bisa Mengakses SatuBeasiswa?

Platform ini menyediakan database terpusat program beasiswa yang bisa diakses oleh calon mahasiswa, mahasiswa aktif, alumni, dan masyarakat umum. Fitur pencarian peluang bantuan pendidikan menjadi andalan untuk memudahkan pengguna menemukan beasiswa yang sesuai.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan tujuan utama platform ini adalah menyatukan informasi dari seluruh mitra. "Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah," ujarnya.

Lima Sumber Pendanaan Beasiswa Terdaftar

Beasiswa yang terhimpun di SatuBeasiswa berasal dari lima kategori penyelenggara. Berikut rinciannya:

  • Organisasi filantropi: 340 jenis beasiswa
  • Pemerintah daerah: 54 jenis beasiswa
  • Pemerintah pusat: 27 jenis beasiswa
  • Perusahaan/korporasi: 27 jenis beasiswa
  • Perguruan tinggi: 17 jenis beasiswa

Dominasi organisasi filantropi menunjukkan peran besar sektor non-pemerintah dalam pendanaan pendidikan tinggi. Sementara pemerintah daerah dan pusat secara kolektif menyumbang 81 jenis beasiswa.

Mengapa Platform Ini Penting bagi Calon Penerima di Daerah?

Sebelumnya, informasi beasiswa tersebar di berbagai kanal berbeda-beda, sehingga calon penerima di daerah terpencil kerap kesulitan mengaksesnya. Dengan SatuBeasiswa, seluruh informasi itu dikumpulkan dalam satu titik akses.

Kemdiktisaintek berharap platform ini memperluas jangkauan informasi beasiswa hingga ke pelosok. Data 1,22 juta total kuota yang tersedia menunjukkan masih ada ruang besar bagi masyarakat yang belum memanfaatkan peluang bantuan pendidikan.

Masyarakat yang ingin mencari peluang beasiswa dapat langsung mengunjungi situs resmi SatuBeasiswa di https://satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa.

Data Platform SatuBeasiswa Indonesia (per 15 September 2026)

Program aktif71 program beasiswa
Total jenis beasiswa465 jenis
Total dana±Rp16,37 triliun
Penerima manfaat853.000+ dari ±1,22 juta kuota

Akses di satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa. Sumber pendanaan: filantropi (340 jenis), pemda (54), pemerintah pusat (27), perusahaan (27), dan perguruan tinggi (17).

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks