Pencarian

Puskesmas Tanah Jawa Simalungun Integrasikan Skrining TB ke Cek Kesehatan Gratis, Empat Gejala Utama Ditanyakan ke Peserta

Selasa, 21 Juli 2026 • 11:26:01 WIB
Puskesmas Tanah Jawa Simalungun Integrasikan Skrining TB ke Cek Kesehatan Gratis, Empat Gejala Utama Ditanyakan ke Peserta
Petugas Puskesmas Tanah Jawa menanyakan empat gejala utama Tuberkulosis kepada peserta Cek Kesehatan Gratis di Simalungun.

SIMALUNGUN — Masyarakat yang datang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, kini secara otomatis menjalani skrining Tuberkulosis (TB). Pemeriksaan gula darah dan kolesterol bukan lagi satu-satunya layanan yang didapatkan.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Tanah Jawa, Karyawati, mengatakan integrasi ini dirancang agar masyarakat cukup datang satu kali untuk memperoleh layanan kesehatan yang lebih menyeluruh.

"Integrasi CKG dengan Skrining TB artinya setiap peserta Cek Kesehatan Gratis usia 15 tahun ke atas secara otomatis akan diskrining empat gejala utama TB," ujarnya melalui sambungan WhatsApp, Selasa (21/7/2026).

Empat Gejala TB yang Ditanyakan Petugas

Petugas tidak hanya melakukan pengecekan tensi dan kadar gula darah. Setiap peserta juga akan ditanyai soal empat gejala utama TB: batuk lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam.

"Jika ditemukan suspek, langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan," kata Karyawati.

Menurutnya, strategi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus TB. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin kecil risiko penularan di lingkungan sekitar.

Target Eliminasi TB 2030

Karyawati menegaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat deteksi dini untuk menekan angka penularan. "Tujuannya satu, menemukan kasus TB lebih cepat dan memutus rantai penularan untuk mendukung target Eliminasi TB 2030," katanya.

Ia menambahkan, momentum CKG dimanfaatkan tenaga kesehatan untuk menjaring masyarakat yang berisiko tanpa perlu datang khusus ke puskesmas. "CKG itu momentumnya, sedangkan skrining TB menjadi salah satu isi layanannya. Jadi masyarakat cukup datang sekali ke puskesmas untuk CKG, sekalian kita cek risiko TB-nya," ujarnya.

"Kalau ada gejala, langsung kita tindak lanjuti. Ini cara kita jemput bola agar tidak ada lagi kasus TB yang terlambat ditemukan," sambung Karyawati.

Skrining Berjalan Saat Pemeriksaan Rutin

Dalam praktiknya, petugas tidak memisahkan alur CKG dengan skrining TB. Keduanya berjalan bersamaan di meja pemeriksaan. "Pasien yang datang CKG selain dicek gula darah dan kolesterol, juga kita tanya apakah sudah batuk selama dua minggu atau belum. Itulah yang dimaksud integrasi skrining TB di dalam CKG," jelas Karyawati.

Dengan pola ini, warga Tanah Jawa dan sekitarnya bisa mendapatkan dua layanan sekaligus dalam satu kunjungan. Pemeriksaan lanjutan bagi yang terindikasi TB pun langsung difasilitasi puskesmas tanpa prosedur berbelit.

Bagikan
Sumber: sinata.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks