TAPANULI TENGAH — Air mulai merendam rumah warga di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, pada Jumat (17/7/2026) pukul 17.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara melaporkan penyebab utama banjir adalah jebolnya tanggul darurat Sungai Aek Silaga Laga.
“Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tukka menyebabkan jebolnya tanggul darurat sungai Aek Silaga Laga di Kelurahan Sipange,” demikian tertulis dalam laporan BPBD Sumut yang dikutip Minggu (19/7/2026).
Tanggul Darurat Ambrol, Air Bah Mengalir ke Permukiman
Tanggul yang jebol merupakan konstruksi darurat yang selama ini menjadi penahan utama aliran sungai. Saat hujan deras mengguyur sejak sore, volume air sungai meningkat drastis. Tekanan air membuat struktur tanggul ambrol.
Air bah langsung mengalir deras ke permukiman warga di sekitar bantaran sungai. Ketinggian air bervariasi di beberapa titik, namun seluruhnya cukup untuk memaksa warga mengungsi.
200 KK Terdampak, Evakuasi Terus Berlangsung
BPBD Sumut mencatat sebanyak 200 kepala keluarga (KK) menjadi korban dalam peristiwa ini. Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan signifikan karena perabotan rumah tangga dan dokumen penting ikut terendam.
Pemerintah setempat langsung bergerak melakukan penanganan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan diterjunkan untuk mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Posko pengungsian sementara mulai didirikan di lokasi yang tidak tergenang.
Langkah Selanjutnya untuk Warga Tapteng
Hingga saat ini, upaya penanganan masih terus dilakukan. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan BPBD Sumut untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, termasuk logistik, air bersih, dan layanan kesehatan darurat.
Belum ada kepastian kapan air akan surut sepenuhnya. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan di Tapanuli Tengah masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pihak berwenang juga akan mengevaluasi kondisi tanggul darurat untuk mencegah kejadian serupa terulang.