MEDAN — Antrean panjang kendaraan roda dua dan empat terlihat di beberapa SPBU di Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa malam. Salah satunya di SPBU Pajak Sore, SPBU Simpang Pos, dan SPBU Lau Chih yang berada di Jalan Jamin Ginting. Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi maupun non-subsidi.
Salah seorang pengendara, Leo Sembiring, mengaku telah mendatangi empat SPBU sebelum akhirnya mendapat BBM di SPBU Ngumbang Surbakti. Ia mulai mengantre sejak pukul 18.30 WIB dan hingga pukul 22.30 WIB masih berada dalam barisan kendaraan.
"Sudah empat SPBU saya datangi, yakni SPBU Lau Chih, SPBU Al-Azhar, SPBU Johor, dan SPBU Lapangan Tembak, baru dapat di SPBU Ngumbang Surbakti. Tangki minyak saya juga sudah hampir kosong," ucap Leo di lokasi, Selasa malam.
Pemecatan Massal Sopir Truk Jadi Pemicu
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengungkapkan bahwa antrean panjang ini sudah terjadi dalam dua hari terakhir. Ia menyebut akar masalahnya adalah persoalan distribusi yang dipicu oleh pemecatan massal sopir truk pengangkut BBM.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan TNI/Polri. Kami dari TNI/Polri menyiapkan driver," ujar Bobby, Selasa (14/7).
TNI/Polri Siagakan Personel untuk Gantikan Sopir
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan bergerak cepat untuk menutup celah distribusi yang terhambat. Bobby Nasution meminta agar masalah internal perusahaan tidak sampai mengganggu aktivitas warga.
"(TNI/Polri) cek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TNI/Polri sudah siap jumlah personel untuk kontrol. Pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan, pemerintah siap men-cover sementara," kata Bobby.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina mengenai jumlah sopir yang terkena pemecatan dan estimasi waktu normalisasi distribusi BBM di Kota Medan. Warga diimbau untuk mengisi BBM secukupnya dan tidak melakukan panic buying.