SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun memulai langkah konkret untuk mengangkat potensi pertanian lokal. Bupati Anton Achmad Saragih turun langsung ke lapangan untuk memanen cabai merah varietas lokal Siboras di Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, pada Jumat pekan lalu.
Panen raya ini bukan sekadar seremoni. Bagi Pemkab, momen ini menjadi ajang memperkenalkan varietas unggulan yang dinilai mampu bersaing dengan cabai dari daerah lain. Bupati mengaku bangga melihat hasil budidaya petani setempat.
Keunggulan Cabai Lokal Siboras: Produktif Hingga Setahun
Petani setempat, Rando Jawak, menjelaskan bahwa varietas ini memiliki keunggulan signifikan dibanding varietas cabai lainnya. Dengan perawatan dan pemupukan optimal, tinggi tanaman bisa mencapai sekitar dua meter.
Tanaman mulai memasuki masa panen pada umur 145 hari setelah tanam. Yang lebih menarik, tanaman ini mampu berproduksi secara produktif hingga satu tahun dengan frekuensi panen setiap minggu.
Dalam satu hektare lahan, petani bisa menanam sekitar 14.000 batang tanaman cabai. Produktivitasnya mencapai rata-rata tiga ton per hektare setiap minggu.
Strategi Pemkab: Perluasan Budidaya ke Seluruh Kecamatan
Bupati Anton menegaskan bahwa keberhasilan budidaya cabai lokal Siboras menjadi bukti bahwa Simalungun memiliki sumber daya pertanian yang layak menjadi contoh. Pemkab berencana memperkenalkan varietas ini lebih luas agar semakin banyak petani yang membudidayakannya.
"Selain memiliki kualitas yang baik, komoditas ini juga memberikan peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani," ujar Bupati Anton dalam keterangan yang diterima Antara.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong Simalungun sebagai salah satu sentra produksi cabai di Sumatera Utara. Dengan produktivitas yang tinggi dan masa panen yang panjang, petani diharapkan mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.