Pencarian

Martani Kabanjahe Hadirkan Ritel Pertanian Modern di Karo, Satu Tempat untuk Semua Kebutuhan Petani

Sabtu, 11 Juli 2026 • 22:37:31 WIB
Martani Kabanjahe Hadirkan Ritel Pertanian Modern di Karo, Satu Tempat untuk Semua Kebutuhan Petani
Martani Kabanjahe hadir sebagai ritel pertanian modern yang lengkap untuk mendukung petani di Kabupaten Karo.

KABANJAHE — Dunia pertanian di Kabupaten Karo mendapat angin segar dengan hadirnya Martani, sebuah ritel modern yang menyatukan seluruh kebutuhan petani dalam satu lokasi. Konsep ini lahir untuk menjawab keluhan para petani yang selama ini harus berpindah-pindah tempat demi mendapatkan sarana produksi pertanian.

Owner Martani Kabanjahe, Leon Kurniawan yang akrab disapa Iwan, mengatakan gagasan tersebut muncul dari keinginan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian. Ia ingin Martani menjadi pusat perbelanjaan yang lebih modern dan edukatif.

Layanan Konsultasi Langsung ke Lahan Petani

Salah satu keunggulan yang ditawarkan Martani adalah layanan konsultasi pertanian. Dua orang tenaga konsultan telah disiapkan untuk turun langsung ke lahan milik petani, melihat permasalahan di lapangan, lalu memberikan solusi yang tepat.

"Kami tidak hanya menjual produk. Tim konsultan kami siap turun ke lapangan melihat langsung permasalahan yang dihadapi petani, kemudian memberikan solusi yang sesuai kondisi tanaman," jelas Iwan kepada ANTARA, Sabtu (11/7/2026).

Harga Kompetitif dan Stok Terjamin saat Musim Tanam

Meskipun mengusung konsep modern, Iwan menegaskan bahwa harga produk di Martani tetap mengikuti pasar. Keunggulan utamanya justru pada kelengkapan barang, sehingga petani tidak perlu lagi mencari kebutuhan ke berbagai toko yang berbeda.

"Kami ingin petani cukup datang ke satu tempat. Semua kebutuhan pertaniannya tersedia sehingga lebih mudah, hemat waktu, dan efisien," ungkapnya.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Martani secara rutin melakukan survei terhadap kebutuhan petani. Langkah ini penting terutama saat musim tanam tiba, ketika permintaan terhadap pupuk dan benih melonjak drastis.

Tantangan Meyakinkan Petani Senior dan Menarik Generasi Muda

Iwan mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar penyediaan produk, melainkan membangun kepercayaan petani terhadap teknologi baru. Petani yang sudah puluhan tahun menggunakan metode konvensional kerap ragu beralih ke alat modern.

"Generasi petani yang lebih senior memang masih terbiasa dengan cara-cara lama. Tantangan kami adalah meyakinkan mereka bahwa teknologi bukan untuk menggantikan pengalaman mereka, tetapi membantu meningkatkan hasil dan mempermudah pekerjaan di lapangan," ujarnya.

Di sisi lain, Martani juga memiliki misi menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Iwan menilai pertanian modern saat ini bukan lagi pekerjaan tradisional, melainkan bidang usaha yang terbuka lebar dengan dukungan teknologi dan inovasi.

Salah satu cara yang ditempuh adalah memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi. Menurut Iwan, konten-konten menarik di platform digital bisa mengubah persepsi anak muda bahwa bertani adalah sesuatu yang keren dan menjanjikan secara bisnis.

"Anak muda sekarang tidak bisa lepas dari media sosial. Jadi pertanian juga harus hadir di sana dengan cara yang menarik, agar mereka melihat bahwa pertanian modern itu sesuatu yang keren dan bisa dikembangkan," pungkasnya.

Ke depan, Martani berencana menghadirkan berbagai alat pertanian modern yang mungkin belum banyak dikenal petani di Karo. Ritel ini juga ingin menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kabupaten Karo dalam mendorong modernisasi sektor pertanian dan hilirisasi hasil bumi daerah.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks