MEDAN — Polda Sumatera Utara memanfaatkan gelaran olahraga elektronik untuk menjauhkan generasi muda dari kenakalan remaja. Sebanyak 25 tim dari seluruh polres di provinsi ini bertarung dalam Esports Kapolda Cup 2026 yang digelar di Medan, Jumat (pekan lalu).
Direktur Reserse Siber Polda Sumut Kombes Pol Bayu Wicaksono mengatakan turnamen ini menjadi wadah kreativitas sekaligus langkah preemtif kepolisian. "Turnamen itu bertujuan menumbuhkan kreativitas generasi muda sekaligus mencegah kenakalan remaja," ujar Bayu yang juga menjabat Ketua Esports Kapolda Cup 2026.
150 Peserta dari Seluruh Polres di Sumut
Setiap tim yang bertanding merupakan juara dari turnamen di masing-masing polres. Mereka berhak mewakili daerahnya pada tingkat Polda Sumut setelah menyisihkan puluhan tim lain di babak penyisihan.
Peserta turnamen ini berusia 15 hingga 29 tahun. Bayu menyebut kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan akan digelar rutin setiap tahun.
Menjaring Bibit Atlet Nasional Sekaligus Cegah Geng Motor
Selain kompetisi, Polda Sumut menargetkan turnamen ini bisa menjaring bibit-bibit atlet esports berbakat di Sumatera Utara. Tim juara pertama nantinya akan mewakili Polda Sumut pada ajang Kapolri Cup yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026.
"Kegiatan itu akan terus dilaksanakan setiap tahun, dimulai dari tingkat polres, kemudian tingkat Polda Sumut, hingga tingkat Mabes Polri," kata Bayu.
Bayu berharap turnamen ini bisa melahirkan pemain berprestasi di tingkat nasional sekaligus memotivasi generasi muda menjauhi berbagai perilaku negatif. "Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan lahir bibit-bibit atlet muda yang kreatif dan mampu berprestasi di bidang esports," ucapnya.
Target: Menekan Kenakalan Remaja Lewat Jalur Kompetitif
Polda Sumut sengaja memilih esports sebagai medium pendekatan ke anak muda. Bayu menyebut geng motor dan penyalahgunaan narkoba menjadi dua ancaman utama yang ingin diredam lewat kegiatan positif semacam ini.
Turnamen Esports Kapolda Cup 2026 menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya bekerja secara represif, tapi juga membuka ruang kompetitif bagi generasi muda. Dari Medan, puluhan pemain muda kini bersiap menuju panggung nasional.