SUMATERA UTARA — Setelah melalui Free Practice 1 (FP1) yang penuh kesulitan, Veda Pratama bangkit dengan performa gemilang di sesi Practice Moto3 yang menentukan. Pembalap Indonesia itu mencatatkan waktu tercepat, mengamankan posisi puncak dan tiket langsung ke Q2. Meski hasil akhirnya positif, Veda menegaskan bahwa pekerjaannya belum selesai.
Evaluasi Ketat dari Veda Pratama
Veda mengakui ada peningkatan signifikan dari FP1 ke sesi Practice. Ia berhasil memperbaiki ritme dan kecepatan, terutama di tikungan-tikungan krusial Sachsenring. Namun, performa impresif itu belum membuatnya berpuas diri.
"Saya masih belum puas. Ada beberapa area yang harus kami perbaiki lagi, terutama untuk konsistensi waktu putaran," ungkap Veda dalam keterangan resmi. Ia menargetkan untuk terus mengasah setelan motornya agar siap bersaing di puncak pada hari balapan.
Dominasi Marc Marquez di Kelas Raja
Di kelas MotoGP, Marc Marquez kembali menunjukkan tajinya sebagai Raja Sachsenring. Juara bertahan itu memuncaki sesi Practice, diikuti oleh Raul Fernandez dan Fabio Di Giannantonio. Hasil ini membuat sejumlah nama besar seperti Pecco Bagnaia harus melakoni Q1.
Marquez mewaspadai potensi kejutan dari Diggia, Alex Marquez, dan Marco Bezzecchi yang dinilainya bisa memberikan perlawanan sengit. Sementara itu, Pedro Acosta sukses menembus 10 besar hanya 10 hari setelah menjalani operasi carpal tunnel syndrome.
Kejutan Jack Miller dan Yamaha V4
Jack Miller menjadi pembalap Yamaha V4 terbaik setelah menembus lima besar sesi Practice. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pabrikan Iwata di tengah dominasi Ducati. Di sisi lain, Raul Fernandez mengaku kuat saat time attack dan menjadi rival terdekat Marquez di FP1 dan Practice.
Hasil Practice MotoGP Jerman memastikan 10 pembalap teratas langsung lolos ke Q2, sementara lainnya harus berjuang di Q1 untuk memperebutkan posisi start. Seluruh fokus kini tertuju pada sesi kualifikasi yang akan menentukan grid awal balapan di Sachsenring.