JAKARTA — Para dai Muhammadiyah yang mengabdikan diri di pelosok negeri kini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister tanpa harus meninggalkan tugas dakwahnya. LDK PP Muhammadiyah bersama FAI UMSU meresmikan program beasiswa yang ditujukan khusus untuk mereka yang bertugas di wilayah 3T.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dalam acara yang digelar di Perpustakaan Nasional RI. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Kiai Saad Ibrahim dan Syamsul Anwar.
Dai di Wilayah 3T Dapat Akses Pendidikan Magister
Muchamad Arifin mengatakan, program ini lahir dari keprihatinan atas terbatasnya akses pendidikan bagi para dai yang memilih mengabdi di daerah terpencil. Menurutnya, pengabdian di wilayah 3T kerap membuat mereka kesulitan untuk meningkatkan jenjang pendidikan formal.
“Selama ini banyak dai yang memilih mengabdikan diri di daerah terpencil sehingga kesempatan melanjutkan studi menjadi sangat terbatas. Melalui program beasiswa ini kami ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki peluang untuk menempuh pendidikan Magister, tanpa harus meninggalkan semangat pengabdiannya kepada masyarakat,” ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Ahad (5/7/2026).
Dampak Langsung pada Kualitas Pelayanan Dakwah
Muchamad Arifin menambahkan, peningkatan kapasitas akademik para dai akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan dakwah di lapangan. Ia menilai, tantangan umat saat ini membutuhkan dai yang tidak hanya ikhlas, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni.
“Dakwah hari ini memerlukan dai yang tidak hanya memiliki keikhlasan dan semangat pengabdian, tetapi juga kapasitas keilmuan yang terus berkembang agar mampu menjawab berbagai persoalan umat secara bijaksana dan solutif,” tambahnya.
Kolaborasi Strategis LDK dan UMSU
Program beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara LDK PP Muhammadiyah dengan Fakultas Agama Islam UMSU. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas intelektual sekaligus kompetensi dakwah para dai yang bertugas di daerah dengan akses pendidikan terbatas.
Lewat program ini, para dai diharapkan mampu menjalankan peran ganda: sebagai pendidik umat sekaligus agen perubahan sosial di wilayah binaan Muhammadiyah. Penguatan ketahanan sosial di daerah 3T menjadi salah satu sasaran strategis dari inisiatif ini.