LANGKAT — Ribuan penonton dari Sumatera Utara, Aceh, hingga Riau memadati Sirkuit Permanen Kalimart, Kecamatan Gebang, sejak pagi hingga race terakhir. Bukit-bukit di sekitar lintasan, tribun, dan pagar pembatas dipenuhi lautan manusia yang antusias menyaksikan duel para crosser di lintasan berlumpur.
Hujan deras yang mengguyur di pertengahan perlombaan mengubah total karakter trek. Permukaan tanah yang semula kering dan berdebu berubah menjadi licin dan lengket, meningkatkan tingkat kesulitan secara drastis. Lumpur yang menempel pada ban membuat traksi berkurang, sehingga banyak pembalap kehilangan keseimbangan saat memasuki tikungan atau mendarat usai melompat.
Strategi Balap Berubah Total Saat Lintasan Berlumpur
Kondisi ekstrem itu justru menguji pengalaman dan teknik para rider. Bukan hanya kecepatan, kemampuan membaca racing line dan mengontrol motor di trek licin menjadi penentu kemenangan. Para crosser dipaksa mengubah strategi dan lebih cermat memilih jalur lintasan untuk mengamankan poin di setiap moto.
Penentuan juara umum menggunakan sistem akumulasi poin dari seluruh moto. Konsistensi menjadi faktor utama—pembalap yang mampu finis di barisan depan secara beruntun memiliki peluang lebih besar dibanding sekadar memenangkan satu race.
Bhelly Satriansyah Kokoh di Puncak Klasemen Open
Kelas Open menjadi kasta paling bergengsi. Bhelly Satriansyah (#211), rider Apotik Sehat Farma Aceh Tamiang x Nasution MX Team SS Collection, tampil impresif sepanjang akhir pekan. Ia mengumpulkan total 132 poin dan mampu menjaga konsistensi meski lintasan berubah akibat hujan. Robby Handika Nasution (#110) menempati posisi kedua dengan 122 poin.
Di kelas Pemula, Gio Van Dio Harmawan (#610) sukses menjadi juara umum dengan raihan 86 poin, membuktikan dirinya sebagai talenta muda yang patut diperhitungkan. Noval Azmi Barus (#254) memastikan gelar juara umum Pro B setelah persaingan sengit hingga moto terakhir.
Pembalap Lokal dan Kelas Khusus Juga Bersinar
Pada kategori pembalap daerah, Herdi Syahputra (#46) menjadi yang terbaik di kelas Lokal Kabupaten Langkat, sementara Fari Akbar (#16) unggul di Lokal Aceh. Joko Santoso (#121) menutup akhir pekan dengan gelar juara umum MX 250 CC. Adapun di kelas RBT Open, Giat S (#130) tampil sebagai pengumpul poin terbanyak.
Gairah Balap Off-Road Sumatera Masih Tinggi
Kesuksesan penyelenggaraan EMAS Karo Karo Motocross & Grasstrack 2026 menjadi bukti bahwa animo masyarakat terhadap olahraga motocross dan grasstrack di Sumatera Utara masih sangat besar. Jumlah peserta yang tinggi, persaingan ketat di lintasan, serta membludaknya penonton menjadi modal bagi penyelenggara untuk terus menghadirkan kejuaraan berkualitas.
Event ini kembali menegaskan bahwa balap off-road bukan sekadar olahraga, tetapi telah menjadi hiburan masyarakat yang menggerakkan ekonomi lokal sekaligus wadah lahirnya pembalap potensial menuju level nasional.