MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) tidak berpuas diri setelah mempertahankan status Green Card dari UNESCO. Ia menegaskan, capaian itu harus menjadi alat untuk mendongkrak perekonomian warga di sekitar Danau Toba.
“Kunci utamanya adalah bagaimana menjadikan label Green Card yang hari ini sudah kita capai dengan kerja keras bersama ini benar-benar bisa menghasilkan satu nilai tambah yang baik,” ujar Gubernur di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman No. 41, Medan.
Ia menambahkan, dampak pertama yang diharapkan adalah peningkatan kunjungan wisatawan. Kedua, masyarakat harus merasakan langsung manfaat ekonominya. “Rumah kita ini menjadi salah satu jawaban masa depan pariwisata yang menjaga keseimbangan alam,” kata Bobby.
Rute Wisata Baru Mulai Juli 2026
General Manager Geopark Kaldera Toba, Azizul Kholis, melaporkan bahwa sertifikat kelulusan revalidasi dari UNESCO sudah resmi diterbitkan. Proses pengurusan dokumen sempat terkendala pembatasan penerbangan akibat situasi geopolitik global.
Azizul memaparkan sejumlah inovasi, termasuk Geopark Festival dan pengembangan rute perjalanan wisata (Geo-Trail) baru yang mulai berlaku 1 Juli 2026. Pola perjalanan tidak lagi terpusat di Parapat, melainkan menghubungkan klaster wisata utara dan selatan melalui Haranggaol, Porsea, hingga Simalungun.
Jejaring Internasional hingga Pusat Riset Geopark Asia
TCUGG juga mencatat sejumlah capaian kerja sama luar negeri. Di antaranya program pendanaan pemberdayaan masyarakat yang mencakup aksi penanaman hampir 2.000 pohon di kawasan kaldera. Selain itu, tengah dijajaki pengembangan pola perjalanan wisata internasional yang menghubungkan Danau Toba langsung dengan Phuket, Thailand.
Rencana lain yang dibahas adalah peresmian pusat studi riset geopark pertama di tingkat Asia. Lembaga ini akan didukung jejaring pakar global dan Badan Riset dan Inovasi. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia.
Gubernur juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam mempertahankan status revalidasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba yang merupakan destinasi super prioritas.
Dalam pertemuan itu, pengelola juga membuka peluang Sumatera Utara menjadi tuan rumah forum geopark internasional pada 2029. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk terus mengangkat nama Danau Toba di panggung global.