SUMATERA UTARA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra menggencarkan pembangunan sistem air bersih modern di wilayah terdampak. Salah satu proyek andalannya, IPA Baja berkapasitas 2x50 liter per detik di SPAM Karang Baru, Aceh Tamiang, tengah dikebut. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan konstruksi berjalan, namun mengingatkan pentingnya kepastian sumber air baku.
Ketersediaan Air Baku Jadi Syarat Keberlanjutan Layanan
Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi pembangunan SPAM Karang Baru di Aceh Tamiang, Aceh. Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari progres fisik, melainkan juga dari jaminan pasokan air baku sepanjang musim. "Pembangunan IPA baja 2x50 Lps saat ini sudah berproses. Namun kita harus memastikan sumbernya atau intake-nya memang terjaga," ujar Dody dalam keterangannya, Kamis (5/6).
Ia mencontohkan kondisi sungai yang kini sedang tinggi belum menjamin debit air mencukupi saat musim kemarau. "Sekarang kondisi sungainya memang sedang tinggi, tapi harus dicek juga saat kondisi kering apakah debitnya masih mencukupi," kata Dody. Langkah ini dinilai krusial agar infrastruktur yang dibangun tidak mubazir dan benar-benar menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat.
Pemulihan SPAM Langkahan dan Perbaikan Jaringan Rumah Tangga
Di Kabupaten Aceh Utara, Satgas PRR juga memulihkan SPAM Langkahan yang lumpuh akibat banjir dan sedimentasi. Setelah penanganan darurat berhasil mengembalikan distribusi ke sekitar 1.500 sambungan rumah, kini disiapkan pembangunan SPAM IKK Langkahan baru berkapasitas 50 liter per detik. Infrastruktur anyar ini akan memperkuat sistem eksisting yang sudah kelebihan kapasitas.
Dody menyoroti banyaknya sambungan rumah tangga yang rusak tertimbun lumpur. "Banyak sambungan rumah yang tertutup lumpur, ada yang bocor, ada yang harus dipotong dan diganti. Kita upayakan secepatnya supaya layanannya bisa kembali lagi seperti semula," ujarnya. Perbaikan menyeluruh mencakup instalasi utama hingga jaringan distribusi ke rumah warga.
Lebih dari 1.000 Titik Sumur Bor Dibangun di Tiga Provinsi
Data Satgas PRR per 30 Mei 2026 menunjukkan perluasan penyediaan air bersih di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat pembangunan 280 sumur bor dalam dan 70 sumur bor dangkal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menangani 313 titik sumur bor, sementara TNI Angkatan Darat membangun 489 titik sumur bor dan 257 fasilitas MCK. Kepolisian juga turut mendukung melalui pembangunan ratusan sumur bor.
Kombinasi antara sumur bor di lapangan dan pengembangan SPAM berkapasitas besar ini dirancang untuk menopang kebutuhan air bersih masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. Satgas PRR menargetkan seluruh sistem dapat beroperasi penuh untuk memperkuat ketahanan layanan air bersih pascabencana di wilayah Sumatra.