Pencarian

Hajar Hull KR 40-10 di Final, Pelatih Wigan Warriors Suruh Pemain Pesta Sekeras Mungkin

Minggu, 31 Mei 2026 • 03:43:01 WIB
Hajar Hull KR 40-10 di Final, Pelatih Wigan Warriors Suruh Pemain Pesta Sekeras Mungkin
Pelatih Matt Peet memberi izin pemain Wigan Warriors merayakan kemenangan final Challenge Cup 2026 dengan bebas.

SUMATERA UTARA — Kemenangan gemilang Wigan Warriors di final Challenge Cup 2026 tidak hanya lahir dari tujuh try yang mereka cetak. Lebih dari itu, pesan sang pelatih Matt Peet menjadi pemicu semangat: ia meminta skuadnya menikmati momen juara tanpa batas. Peet memilih tidak ikut pesta. Ia hanya akan duduk di sudut dan menikmati pemandangan anak asuhnya bersenang-senang.

Jack Farrimond Raih Lance Todd Trophy, Bevan French Kembali Cemerlang

Bintang muda Wigan, Jack Farrimond (20 tahun), menjadi sorotan utama. Ia memenangkan Lance Todd Trophy setelah tampil impresif selama 60 menit dengan dua try dan satu assist. Farrimond kemudian digantikan Bevan French yang baru pulih cedera. French langsung mencetak try untuk menutup pesta kemenangan.

“Bevan datang langsung setelah pertandingan dan bilang dia orang terakhir yang keluar saat menang di 2024. Jadi malam ini giliran saya,” ujar Farrimond. Ia menegaskan akan mengikuti saran pelatihnya: berpesta habis-habisan.

Alasan Peet Memasukkan Bevan French di Babak Kedua

Keputusan memainkan French menjadi topik hangat. Pelatih Peet mengaku sempat ragu, terutama karena Farrimond tampil sangat baik. Namun, French meyakinkannya. “Saya bicara dengannya 20 menit sebelum waktu habis. Dia bilang, 'Saya tidak masalah, tapi saya 100 persen siap main.' Saya pikir dia pasti ingin minum bir malam ini,” ungkap Peet sambil bercanda.

Peet menambahkan bahwa tim medis dan fisioterapis telah memantau perkembangan French sejak awal. Pertandingan ini sudah direncanakan sebagai momen comeback-nya. “Saya senang akhirnya saya menurunkannya dan dia bisa mencetak try yang cukup indah,” tambahnya.

Pesan Pelatih: Rayakan Karena Kalian Layak

Dalam pernyataannya, Peet menekankan pentingnya momen seperti ini bagi para pemain yang jarang datang. “Saya selalu merasa sudah terlalu tua untuk ikut pesta. Saya hanya ingin melihat keluarga saya dan menonton anak-anak ini bersenang-senang,” katanya. “Saya harap mereka pergi sekeras mungkin selama yang mereka bisa, karena mereka pantas mendapatkannya.”

“Mereka punya pekerjaan hebat, tapi mereka juga banyak berkorban. Kadang hari-hari tidak berjalan sesuai rencana dan mereka harus menerima kritik. Jadi, ketika mereka bermain sebaik ini, saya ingin mereka merayakan dan merasakan nikmatnya kemenangan,” pungkas Peet.

Bagikan
Sumber: skysports.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks