Rekor stok beras ini disebut sebagai buah dari program swasembada pangan yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, penggilingan padi, hingga TNI-Polri. "Ini bukan hanya kerja BULOG, tetapi kerja bersama. Para petani adalah pahlawan bangsa," ujar Ahmad Rizal dalam perayaan HUT ke-59 BULOG di kantor pusat, Senin (11/5).
Dengan stok yang melimpah, BULOG memastikan pasokan pangan nasional aman, termasuk dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino. Ahmad Rizal menegaskan, gudang-gudang BULOG saat ini penuh dan kondisi ini menjadi jaminan stabilitas harga di pasar.
Harga Jual dan Penyerapan Jagung Pecah Rekor
Selain menjaga stok, BULOG juga aktif menjalankan fungsi stabilisasi harga. Perusahaan menyerap gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Beras medium kemudian dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram, sementara beras premium Rp14.900 per kilogram.
Tak hanya beras, BULOG juga mencatat rekor penyerapan jagung nasional. Hingga kini, stok jagung yang dikuasai BUMN pangan ini mendekati 300 ribu ton, jauh melonjak dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 102 ribu ton. "Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka," klaim Ahmad Rizal.
BULOG telah mulai menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke daerah sentra peternakan sejak pekan lalu. Langkah ini diambil untuk menekan lonjakan harga jagung di pasaran yang sempat meresahkan peternak.
Bazar Murah dan Diskon Hingga 40 Persen
Rangkaian HUT ke-59 BULOG juga diisi dengan kegiatan sosial. Perusahaan menggelar bazar murah dengan diskon hampir 30-40 persen dari HET, penyaluran 1.000 paket sembako, donor darah, hingga santunan anak yatim. Sekitar 70 stand UMKM juga dilibatkan dalam acara tersebut.
"Ini salah satu upaya BULOG membantu meringankan beban masyarakat ekonomi lemah," ujar Ahmad Rizal. Sementara itu, distribusi Minyakita disebutnya sudah berjalan maksimal ke pasar tradisional dan pengecer yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dengan stok yang solid dan harga yang terkendali, BULOG menargetkan transformasi dari sekadar penyalur logistik menjadi orkestrator logistik nasional dan internasional. "Ke depan, visi kami BULOG bukan hanya sebagai penyalur logistik nasional, tetapi juga menjadi orkestrator logistik nasional bahkan internasional," pungkas Ahmad Rizal.