Ribuan Santri Penuhi Alun-alun Deli Serdang di Upacara HSN 2026 Sumut, Gubernur Diwakili Sulaiman Harahap

Penulis: Ragil  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:16:02 WIB
Ribuan santri mengikuti upacara Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Pemkab Deli Serdang.

LUBUKPAKAM — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Saripuddin Daulay memimpin langsung rombongan pejabat Kemenag yang hadir di Alun-alun Pemkab Deli Serdang. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut H. Ahmad Qosbi, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, dan Kepala Bagian Tata Usaha Syafrizal Bancin.

Sejumlah pejabat struktural Kemenag Deli Serdang tampak mengikuti jalannya upacara. Di antaranya Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Dahyar Husein, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Sakoanda Siregar, Pembimas Katolik Marihuttua Pasaribu, Pembimas Buddha Sukasdi, dan Pembimas Hindu Elirosa Tarigan.

Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 Jadi Titik Tolok Perjuangan Santri

Sulaiman Harahap membacakan pidato Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar yang menegaskan peringatan setiap 22 Oktober digelar untuk mengenang rekam jejak perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan RI. Perjuangan itu berakar dari lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 hingga meletusnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

"Sejarah mencatat bahwa Resolusi Jihad 1945 dicetuskan oleh Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy'ari untuk memanggil umat Islam membela tanah air dari ancaman penjajah. Seruan penuh semangat patriotisme dari pendiri Nahdlatul Ulama tersebut berhasil membakar keberanian rakyat dan santri hingga mencapai puncak perlawanan pada 10 November, yang kini diwariskan sebagai nilai perjuangan generasi muda," ucapnya.

Tema HSN 2026: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Peringatan HSN 2026 mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" untuk menyambut cita-cita 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045. Visi strategis itu berfokus pada pencetakan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Santri didorong menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi demi menjawab tantangan zaman. "Sebagai generasi penerus, santri masa kini mengemban tanggung jawab besar untuk mengisi kemerdekaan melalui karya-karya nyata. Para santri dituntut menjaga tradisi luhur pesantren sembari berinovasi menyatukan nilai keagamaan dan kemajuan sains, sehingga siap mentransformasi diri menjadi ulama, ilmuwan, hingga pemimpin masa depan bangsa," tambahnya.

Direktorat Jenderal Pesantren Dorong Tiga Fungsi Utama

Dukungan pemerintah terhadap peran pesantren menguat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama. Kehadiran direktorat baru itu bertujuan mengoptimalkan tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, demi menjaga keutuhan NKRI secara berkelanjutan.

Di sela menginspeksi barisan upacara, Sulaiman Harahap menyampaikan amanat tertulisnya terkait makna sejarah dan masa depan santri. "Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy'ari pada 1945 adalah bukti nyata bahwa santri berada di garis depan membela NKRI. Kini saatnya santri Sumatera Utara menguasai sains, teknologi, dan inovasi untuk membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tegas Sulaiman Harahap.

Menurutnya, optimalisasi fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan melalui Direktorat Jenderal Pesantren menjadikan Hari Santri bukan lagi milik kalangan pesantren saja. Hari Santri disebutnya telah menjadi milik seluruh bangsa Indonesia.

Reporter: Ragil
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top