Dokumenter "Cheyenne" Tayang Perdana di TIFF, Angkat Kisah Cowgirl Rodeo

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 12 September 2026 | 20:46:31 WIB
Sutradara Taimi Arvidson memprofilkan empat cowgirl dalam dokumenter "Cheyenne" yang tayang perdana di TIFF.

SUMATERA UTARA — Variety mendapat akses pertama ke film ini. Sutradara Taimi Arvidson memprofilkan empat cowgirl saat sirkuit rodeo Amerika akhirnya membuka kompetisi bronc riding untuk perempuan. Tujuan olahraga ini sederhana namun brutal: bertahan di atas pelana selama delapan detik tanpa terlempar.

Empat Cowgirl yang Jadi Fokus Cerita

Keempat tokoh utama "Cheyenne" punya latar belakang berbeda. Bee adalah veteran berpengalaman yang berjuang menghidupi anaknya. Brooke masih relatif pemula dan sedang belajar mengelola rasa sakit yang melekat pada pekerjaan ini. Lake mencari distraksi dari trauma masa lalu. Ally menunggang demi hadiah uang yang bisa mengubah hidupnya.

Arvidson dan timnya mengikuti keempatnya selama beberapa bulan di sepanjang sirkuit rodeo. Mereka menguji batas fisik dan mental demi meraih tempat di pertarungan final yang dikenal sebagai "the Daddy of 'em All" — Cheyenne Frontier Days.

Harga yang Dibayar di Atas Pelana

Klip eksklusif dari film memperlihatkan dampak fisik yang harus ditanggung para penunggang. Setelah terlempar dari kudanya saat latihan dan tampak mengalami gegar otak, Bee tetap berdiri.

"Aku tidak merasakan apa-apa," kata Bee. "Adrenalin mulai mengalir. Banyak yang tidak kamu rasakan."

Ia mengucapkan itu sambil menutupi memar hitam di matanya dengan makeup. "Di rodeo, kamu harus memblokir delapan detik dari segala rasa sakit untuk terus bertahan. Kalau ini benar-benar yang kamu mau."

Jenna Bush Hager di Kursi Produser

Jenna Bush Hager masuk sebagai salah satu produser "Cheyenne", bersama Arvidson, Sarina Roma, Scott Budnick, Ameet Shukla, dan Ben Spector. Andrew Fried dan Dane Lillegard duduk sebagai executive producer.

"Para cowgirl ini berani, cerdas, lucu, dan sangat bertekad menciptakan ruang bagi diri mereka sendiri di olahraga yang terlalu lama menyingkirkan perempuan," kata Bush Hager dalam pernyataannya kepada Variety.

"Mereka terus hadir untuk mimpi-mimpi mereka, keluarga mereka, dan satu sama lain. Saya sangat bangga pada tim kami di Thousand Voices, kolaborator kami di 1Community dan Boardwalk Pictures, serta sutradara berbakat kami Taimi Arvidson karena membawa kisah-kisah indah dan luar biasa ini ke layar lebar."

Standar Ganda yang Masih Terjadi

Programmer TIFF Thom Powers menyoroti ketimpangan yang masih dialami atlet perempuan di rodeo. Menurutnya, perlakuan terhadap penunggang pria dan perempuan saat cedera sangat berbeda.

"Standar gandanya selalu ada," kata Powers. "Daryl, yang melatih penunggang perempuan, merangkumnya: 'Seorang pria cedera dan mereka berharap dia baik-baik saja. Seorang perempuan cedera, dan mereka berkata, "Dia seharusnya tidak berada di sana."' Bagi perempuan-perempuan perintis ini, satu-satunya hal yang memisahkan kemenangan dan kekalahan adalah keinginan mereka untuk bertahan."

CAA Media Finance sedang menegosiasikan penjualan dokumenter ini sebagai bagian dari pasar perdana TIFF.

Reporter: Saiful
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top