LANGKAT — Sebanyak 120 penyuluh agama dari Kabupaten Langkat mengikuti Sosialisasi Islam Wasathiyah yang digelar Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) MUI Sumut. Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama setempat ini menjadi ajang memperkuat sinergi antara MUI dan pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.
Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang membuka acara secara resmi, menekankan peran vital para penyuluh. Menurutnya, merekalah yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari.
Maratua menjelaskan, penyuluh agama adalah ujung tombak dakwah di lapangan. Tanpa pemahaman yang kuat tentang Islam Wasathiyah, pesan moderasi beragama bisa terdistorsi saat disampaikan ke umat.
“Kolaborasi antara MUI dan Kementerian Agama dalam sosialisasi Islam Wasathiyah sangat penting untuk memperoleh hasil yang maksimal. Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak di lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Maratua dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pemahaman yang kuat tentang Islam Wasathiyah harus terus diperkuat agar dapat disampaikan secara tepat. Konsep ini mengedepankan sikap moderat, adil, seimbang, dan toleran dalam kehidupan berbangsa.
Para peserta tidak hanya mendapat teori. Sosialisasi berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan tukar pengalaman mengenai tantangan dakwah di lapangan. Materi mencakup prinsip dasar Islam Wasathiyah hingga implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah multikultural seperti Langkat.
Pihak Kementerian Agama Kabupaten Langkat menyambut baik sinergi ini. Mereka berharap, para penyuluh agama semakin memiliki kapasitas komprehensif dalam menyampaikan pesan keagamaan yang menyejukkan dan menjadi solusi atas tantangan sosial keagamaan yang berkembang.
Melalui kegiatan ini, MUI Sumut menargetkan nilai-nilai Islam Wasathiyah semakin mengakar. Para penyuluh diharapkan menjadi agen moderasi beragama dan penjaga harmoni sosial, tidak hanya di Kabupaten Langkat, tetapi juga di seluruh Sumatera Utara.