MEDAN — Peringatan dini cuaca laut dikeluarkan BMKG untuk sejumlah perairan Sumatera Utara. Gelombang tinggi dipicu pola angin yang bergerak dari tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 6 hingga 22 knot di wilayah utara Indonesia.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, menyatakan kombinasi arah dan kecepatan angin itu meningkatkan tinggi gelombang secara signifikan. "Kondisi tersebut harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran," kata Rizky di Medan, Minggu (25/5/2026) dikutip dari Antara.
BMKG merinci beberapa titik perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga empat meter. Wilayah tersebut meliputi perairan barat Sumatera Utara dan sejumlah lokasi strategis jalur pelayaran.
Selain itu, terdapat perairan lain dengan ketinggian gelombang sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil.
Rizky Ramadhan secara spesifik mengingatkan operator kapal feri untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kapal feri juga harus waspada jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter," ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Pelaku aktivitas kelautan diminta tidak memaksakan diri melaut saat kondisi tidak memungkinkan demi keselamatan jiwa.
Peringatan dini ini menjadi langkah mitigasi penting, terlebih bagi warga pesisir yang menggantungkan aktivitas ekonomi di sektor kelautan. BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca laut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, risiko akibat gelombang tinggi diharapkan dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau mengutamakan keselamatan dibandingkan memaksakan aktivitas di tengah cuaca ekstrem.