BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang 4 Meter di Perairan Sumut, Nelayan dan Kapal Feri Diminta Waspada 25-28 Mei 2026

Penulis: Saiful  •  Senin, 25 Mei 2026 | 11:53:41 WIB
BMKG keluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Sumut 25-28 Mei 2026.

MEDAN — Peringatan dini cuaca laut dikeluarkan BMKG untuk sejumlah perairan Sumatera Utara. Gelombang tinggi dipicu pola angin yang bergerak dari tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 6 hingga 22 knot di wilayah utara Indonesia.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, menyatakan kombinasi arah dan kecepatan angin itu meningkatkan tinggi gelombang secara signifikan. "Kondisi tersebut harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran," kata Rizky di Medan, Minggu (25/5/2026) dikutip dari Antara.

Wilayah Perairan dengan Gelombang 2,5-4 Meter

BMKG merinci beberapa titik perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga empat meter. Wilayah tersebut meliputi perairan barat Sumatera Utara dan sejumlah lokasi strategis jalur pelayaran.

Selain itu, terdapat perairan lain dengan ketinggian gelombang sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil.

Kapal Feri Wajib Waspada Jika Angin Capai 21 Knot

Rizky Ramadhan secara spesifik mengingatkan operator kapal feri untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kapal feri juga harus waspada jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Pelaku aktivitas kelautan diminta tidak memaksakan diri melaut saat kondisi tidak memungkinkan demi keselamatan jiwa.

Cuaca Laut Dinamis, Mitigasi Jadi Kunci

Peringatan dini ini menjadi langkah mitigasi penting, terlebih bagi warga pesisir yang menggantungkan aktivitas ekonomi di sektor kelautan. BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca laut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, risiko akibat gelombang tinggi diharapkan dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau mengutamakan keselamatan dibandingkan memaksakan aktivitas di tengah cuaca ekstrem.

Reporter: Saiful
Sumber: kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top