SUMATERA UTARA — Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut, Darma Saputra, mengonfirmasi penyebab gangguan adalah cuaca buruk yang merusak jaringan transmisi antarprovinsi. "Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo yang disebabkan oleh cuaca buruk," katanya, Sabtu (24/5).
Dampak paling berat dirasakan warga di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Listrik baru menyala sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu pagi. Sementara itu, sejumlah titik di Kota Medan mulai teraliri listrik lebih awal, yakni pukul 04.00 WIB. Artinya, pemadaman di Namorambe berlangsung lebih dari 13 jam.
PLN menyebut proses normalisasi dilakukan bertahap. "Saat ini, gangguan pada jaringan transmisi tersebut telah berhasil diatasi dan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap, khususnya pada sisi pembangkit agar pasokan listrik ke wilayah terdampak dapat kembali normal," jelas Darma.
Darma menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat Sumut. Ia memastikan tim teknis langsung bergerak ke lokasi begitu gangguan teridentifikasi. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan dapat memantau perkembangan pemulihan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya," paparnya.
PLN tidak merinci jumlah pelanggan terdampak atau estimasi kerugian ekonomi akibat pemadaman massal ini. Namun, pemadaman yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu pagi berpotensi mengganggu aktivitas industri, perdagangan, dan rumah tangga di wilayah Medan, Deli Serdang, dan sekitarnya.
Gangguan transmisi antarprovinsi seperti ini bukan pertama kali terjadi di Sumatera. Sistem kelistrikan Sumatera yang saling terinterkoneksi membuat satu titik gangguan di Jambi bisa melumpuhkan provinsi tetangga. PLN pun masih belum mengumumkan langkah antisipasi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang.